kantongberita.com, TAPTENG | Ada yang menarik di Kantor DPRD Tapteng. Hari ini, Plh Sekretaris Dewan (Sekwan) Rudianto Lumban Tobing tiba-tiba “hilang”. Hingga membuat Ketua DPRD Tapanuli Tengah Ahmad Rivai Sibarani mencari-cari keberadaannya.
Hingga kini, belum diketahui keberadaan Plh Sekwan Tapteng tersebut.
Namun, menurut Ketua DPRD, dia sudah berkali-kali mencoba menghubungi Rudianto lewat panggilan telpon dan WhatsApp, namun tidak ada respon.
Padahal kata Rivai, banyak tugas yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, yang harus segera ditindaklanjuti oleh DPRD, dan butuh fasilitas Sekwan dalam prosedur kelembagaan DPRD.
“Banyak program DPRD yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat yang harus dijalankan. Kita telpon, gak mau ngangkat. Kita chat lewat WhatsApp, juga tidak dibalas,” kata Ketua DPRD, Kamis (26/3/2026).
Anehnya, Ketua DPRD telah mencoba mencari keberadaan Rudianto disetiap ruangan yang ada di gedung DPRD Tapteng.
Meski masih jam kerja, namun Rudianto belum juga ditemukan. Bajkan, sejumlah staf di kantor DPRD Tapteng yang ditanyai oleh Ketua DPRD mengaku tidak mengetahui keberadaan Rudianto.
Sebelumnya menurut Ketua DPRD, dirinya telah meminta Sekwan Rudianto agar segera membuat surat undangan rapat internal, yang rencananya akan digelar pada 27 Maret 2026.
Namun, hingga tanggal yang ditentukan, surat yang diminta Ketua DPRD tidak kunjung dibuat.
“Saya sudah minta dia (Sekwan) supaya segera membuat surat undangan untuk rapat internal, tapi sampai sekarang belum juga dibuat, ” tukasnya.
Tak hanya itu, Surat Perintah Tugas (SPT) bagi para anggota DPRD untuk melakukan sidak, juga tidak ditandatangani oleh Rudianto.
Belum diketahui pasti alasan Rudianto menghilang. Apakah, hilangnya Sekwan ini ada kaitannya dengan hubungan antara DPRD Tapteng dengan Pemkab Tapteng dibawah kepemimpinan Bupati Masinton Pasaribu yang lagi tidak baik-baik saja saat ini.
Meski demikian, wartawan akan terus berupaya mencari tahu alasan Sekwan Rudianto tidak berada di kantor pada jam kerja.
Diketahui, sejak menjabat Bupati Tapteng Februari 2025, Masinton Pasaribu mantan Anggota DPR-RI tampak tidak harmonis dengan lembaga DPRD. Belum diketahui pasti alasan ketidakharmonisan tersebut.
Namun, sejak menjabat, Masinton diketahui sangat jarang menghadiri sejumlah rapat yang digelar di DPRD.
Bahkan, ketidakharmonisan tersebut melahirkan Perkada dalam sistem Pemerintahan Tapteng saat ini. Ini diketahui merupakan Perkada kedua sejak Masinton menjabat.
Dengan lahirnya Perkada, pemgambilan keputusan dalam menjalankan roda Pemerintahan mutlak berada ditangan Bupati, tanpa keterlibatan DPRD.
Meski penetapan anggarannya lebih cepat, tanpa melalui pembahasan DPRD, namun produk hukum ini lebih rentan bermasalah. (red)





