kantongberita.com, TAPTENG | Warga dikagetkan dengan rumah dinas Bupati Tapteng yang berada di samping Kantor Wali Kota Sibolga, yang dijadikan lapak parkir.
Video kondisi rumah dinas Bupati Tapteng yang dijadikan lapak parkir tersebutpun telah viral di media sosial.
Seseorang merekam saat ratusan kendaraan pengunjung pameran hari jadi Sibolga ke-326 yang digelar di Lapangan Simaremare tersusun rapi di pekarangan rumah dinas Bupati Tapteng tersebut.
Silih berganti, kendaraan keluar masuk sambil dituntun petugas yang mengenakan celana mirip pakaian training Satpol PP.
Diketahui, sejak menjabat Bupati Tapteng Februari 2025, Masinton Pasaribu memilih tidak menempati rumah dinas yang disediakan negara.
Meski sempat meninjau kondisi rumah dinas tersebut, namun mantan Anggota DPR RI tersebut lebih memilih untuk tinggal mengontrak rumah milik mantan Sekda Tapteng Hendri Lumban Tobing di bilangan Pandan.
Hingga kini pun, Bupati Masinton diketahui masih tinggal di rumah kontrakkannya tersebut, yang telah disulap seperti rumah dinas, yang dilengkapi dengan Pos jaga petugas Satpol PP.
Bahkan baru-baru ini pernah terjadi seorang wartawan dan seorang aktivis lingkungan hidup diduga dianiaya oleh ajudan Bupati Masinton saat hendak menelusuri status rumah tempat tinggal Bupati Masinton tersebut.
Kasus penganiayaan tersebutpun kini tengah bergulir di Polres Tapteng. Disebut-sebut, seorang pria berinisial DLT, yang merupakan Ketua Karang Taruna ikut terlibat penganiayaan tersebut.
Meski tidak ditempati, rumah dinas yang tercatat dalam buku aset Pemkab Tapteng, yang beralamat di Kota Sibolga tersebut, tetap dijaga oleh petugas Satpol PP.
Belum diketahui, apakah dugaan aksi mencari keuntungan dari perayaan hari jadi Sibolga, dengan menjadikan rumah dinas bupati sebagai lapak parkir tersebut, atas seizin Bupati Masinton atau ada oknum yang sengaja memanfaatkan situasi untuk mendapatkan uang tambahan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemkab Tapteng. Sekdakab Tapteng Binsar Sitanggang yang dicoba dikonfirmasi via telepon selularnya tidak merespon.
Meski demikian, wartawan akan terus berupaya untuk meminta keterangan dari pihak Pemkab Tapteng terkait pengalihan fungsi Rumah Dinas Bupati menjadi lapak parkir. (red)






