kantongberita.com, SIBOLGA | Truk gandeng atau truk pengangkut peti kemas milik PT. Trans Continent masih terpantau mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kota Sibolga, Sumatera Utara.
Truk tersebut diketahui mengisi bahan bakar di SPBU milik PT. Raidja Panggabean atau yang biasa disebut SPBU Taman Bunga, di Jalan Sudirman, Sibolga.
Diketahui, PT. Trans Continent merupakan perusahaan pengangkutan yang bekerja sama dengan perusahaan tambang emas yang dikelola oleh PT. Agincourt Resources (PTAR) yang terletak di Kecamatan Batangtoru Tapanuli Selatan.
Sememtara, dari informasi yang diperoleh, Truk gandeng dilarang memakai Solar subsidi. Berdasarkan ketentuan dan Surat Edaran Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Dimana, kendaraan kategori besar untuk pengangkutan khusus seperti truk gandeng, truk trailer, dump truck, mobil tangki, dan molen masuk dalam daftar kendaraan yang tidak berhak menggunakan BBM bersubsidi Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT).
Kendaraan jenis ini diwajibkan menggunakan bahan bakar non-subsidi atau bahan bakar khusus industri.
Tertuang dalam Surat Edaran BPH Migas Nomor 3865.E/Ka BPH/2019 yang diterbitkan Agustus 2019 berisi pembatasan dan pengendalian kuota Jenis BBM Tertentu solar subsidi untuk kendaraan bermotor pengangkutan hasil perkebunan, kehutanan, dan pertambangan dengan jumlah roda lebih dari enam.
Kebijakan ini diketahui sempat menimbulkan polemik bagi angkutan logistik umum. Karena itu, BPH Migas kemudian menegaskan bahwa truk angkutan barang umum/logistik selain tambang dan perkebunan tetap diperbolehkan menggunakan BBM subsidi.
Untuk menghindari kebocoran BBM Subsidi yang lebih luas lagi, Aparat Penegak Hukum (APH) diminta untuk segera memeriksa legalitas PT. Trans Continent dalam penggunaan BBM subsidi.
Begitu juga dengan BPH Migas diminta segera turun melakukan inspeksi, apakah telah terjadi manipulasi atau kesalahan pemberian izin penggunaan BBM subsidi kepada PT. TransContinent.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan dari pihak PT. Trans Continent terkait legalitas mereka mengkonsumsi BBM subsidi. (red)




