Penarikan Alat Berat dari Jalan Murai Demi Keselamatan Warga, Wali Kota Janji Bila Cuaca Membaik Pengerukan akan Dilanjutkan

kantongberita.com, SIBOLGA | Belakangan hangat menjadi perdebatan di media sosial terkait penarikan alat berat dari lokasi longsor di Jalan Murai, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga.

Bahkan, tidak sedikit netizen yang menuding Pemerintah Kota Sibolga tidak peduli terhadap warga jalan Murai.

Menanggapi tudingan tersebut, Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik menjelaskan bahwa penarikan alat berat tersebut hanya sementara, dan untuk keselamatan warga sekitar.

Mengingat, cuaca ekstrim masih terus berlanjut hingga saat ini. Sehingga, bila pengerukan dilakukan, terlebih terhadap gundukan bekas longsor, dikhawatirkan tanah yang jatuh dari gunung akan menghantam rumah warga hingga keseberang jalan.

Karena, gundukan tersebut diperkirakan dapat berperan sebagai penahan longsor.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota kepada warga jalan Murai saat membagikan bantuan berupa pakaian baru dan sendal bersama Anggota DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani, yang juga dihadiri oleh perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Gatot, Kamis (25/12/2025).

Wali Kota juga menegaskan kalau itu merupakan hasil kajian dari BNPB, yang juga memprediksi kondisi cuaca ekstrim ssat ini akan terjadi hingga Januari 2026 mendatang.

“Alat berat ditarik, itu untuk menghindari bencana susulan. Itu kan ada gundukan disitu sekarang. Kenapa itu kami biarkan, karena dari keterangan BNPB cuaca ekstrim ini sampai Januari. Kalau nanti datang bencana susulan, itu dihabiskan, tidak ada lagi penahan tanah dari gunung. Jadi bisa nanti menghantam rumah warga hingga keseberang jalan,” terang Wali Kota.

Suami dari dokter Saena Nasution ini mengimbau warga agar bersabar dan untuk sementara mencari tempat tinggal yang jauh dari titik longsor.

Dia berjanji, setelah cuaca membaik, pengerukan sungai dan material longsor akan dilanjutkan hingga warga dapat tinggal aman dan nyaman di rumahnya masing-masing.

“Banyak yang berkoar-koar di media sosial, pemerintah tidak memperdulikan, tidak. Itu setelah kami dapat informasi dari BNPB kalau cuaca ini sampai Januari. Sekarang ada masuk alat berat, itu bukan dari Pemerintah Kota Sibolga. Mungkin ada sumbangan pribadi, kami gak bisa menghalangi. Kalau cuaca sudah aman, baru tanah itu kita korek semua,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *