kantongberita.com, SIBOLGA | Usai menerima bantuan alat perbaikan rumah dari yayasan Habitat Indonesia, Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik bersama Direktur Habitat Indonesia Handoko Ngadiman meninjau lokasi longsor di sebuah pemukiman warga di jalan Perjuangan Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan.
Tampak Wali Kota akrab berdialog dengan warga sekitar yang mempertanyakan bantuan dari Pemerintah terhadap rumah mereka yang rusak tertimpa longsor.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota memastikan, seluruh rumah rusak yang telah terdata akan direhab. Sementara, rumah yang rusak berat yang berada di zona rawan longsor akan diberikan kesempatan memperoleh rumah pengganti di Hunian Tetap (Huntap) yang saat ini dibangun di lokasi GOR Parombunan.
Di lokasi bencana longsor tersebut juga tampak Pemko Sibolga bersama Habitat Indonesia mengambil peran ikut bersama warga membersihkan puing-puing material longsor yang menimpa rumah dan menutup akses jalan pemukiman warga.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyerahkan bantuan alat perbaikan rumah, bantuan dari Habitat Indonesia untuk digunakan warga jalan Perjuangan membersihkan material longsor yang masih mengganggu aktifitas keseharian warga sekitar.
“Jadi hari ini kita turun langsung ke lapangan melihat langsung di sini bahwa Habitat langsung memberikan kepada masyarakat dan langsung digunakan hari ini untuk memperbaiki jalan dan rumah-rumah ataupun sedimen yang masih melekat setelah bencana kemarin,” ujar Wali Kota disela-sela peninjauannya bersama Habitat Indonesia di lokasi bencana di jalan Perjuangan, Rabu (21/1/2026).
Sementara itu, Direktur Habitat Indonesia Handoko Ngadiman menegaskan bahwa pihaknya saat ini masih menunggu data dari Pemko Sibolga, terkait jumlah rumah yang rusak akibat bencana. Data ini nantinya akan menjadi dasar mereka untuk membangun kembali rumah warga korban bencana tersebut.
“Ya, kami sedang menunggu data dari pemerintah. Karena, tentunya kami akan membangun untuk perbaikan ringan dan sedang. Untuk rumah-rumah yang sudah mendapatkan ijin, karena ini bicara tentang resiko masa mendatang. Kita mau membangun yang rumah lebih baik,” tegas Handoko.
Diketahui sebelumnya, Pemko Sibolga telah menggelar rapat terkait penyelesaian data Jitupasna dan R3P.
Data ini diperkirakan akan selesai hati ini dan akan menjadi dasar bagi Pemerintah untuk melakukan perbaikan atau pembangunan rumah warga yang rusak.
Data ini juga telah mencakup 200 Hunian Tetap (Huntap) bantuan dari Yayasan Buddha Tzuci yang bekerjasama dengan Kementerian PKP, yang proses pembangunannya sedang berjalan saat ini. (red)





