kantongberita.com, SIBOLGA | Sebuah foto berisi kegiatan yang mencengangkan dari tingkah laku para supir tangki Pertamina beredar. Dalam foto tersebut tampak seorang pria mengenakan kaos hitam dan celana berwarna biru sedang berdiri diatas truk tangki Pertamina berwarna merah putih.
Ditangan pria yang diduga berinisial HM tersebut terdapat sebuah jerigen. Terlihat, posisi HM sedang menuangkan cairan dari dalam jerigen kedalam lobang tangki. Cairan tersebut diduga kuat merupakan BBM jenis tertentu, dan aksibtersebut dilakukan di sebuah rumah makan di sekitaran daerah Sinunukan Madina.
Diketahui, untuk mobil tangki dengan kapasitas 16.000 Liter terdiri dari 2 ruang penyimpanan BBM. Setiap mobil dapat mengangkut 2 jenis BBM yang berbeda serta 2 tujuan yang berbeda pula.
Dari penelusuran wartawan diperoleh informasi bahwa kegiatan tersebut dikenal dengan istilah “mengkolak” dikalangan para supir tangki, atau pencampuran 2 jenis BBM yang berbeda.
Dan kegiatan pengkolakan ini sudah menjadi rahasia umum dikalangan supir tangki.
Diketahui pula, di kalangan supir tangki ada beberapa modus yang dijalankan untuk memperoleh penghasilan tambahan dari BBM yang diangkut.
Salah satunya yakni sistem pengkolakan. Yang mana, untuk memperoleh keuntungan, supir mengeluarkan BBM jenis tertentu dari salah satu lobang tangki, dengan cara membuka segel tangki secara ilegal.
BBM tersebut kemudian dijual ke para mafia BBM yang marak beroperasi disepanjang lintasan mobil tangki.
Kemudian untuk menutupi kekurangan BBM tersebut, supir lalu mengambil BBM jenis lain dari lobang tangki lainnya lalu mencampurnya.
“Dibuka segelnya, kan sudah mahir semua. Misalnya, yang dikeluarkan 10 jerigen pertalite. Kemudian, dari tangki sebelahnya dikeluarkan solar 5 jerigen, lalu dicampurkanlah ke pertalite tadi, supaya gak ketahuan kalau mereka sudah menjual 10 jerigen,” ujar narasumber, Selasa (19/2/2026).
Dugaan aksi pencurian BBM ini tergolong sulit untuk dibuktikan. Karena, rata-rata pemilik SPBU tidak ada yang merasa kehilangan atau kekurangan volume BBM yang dikirimkan.
Karena, dari informasi yang diperoleh, ada 2 kemungkinan alasan supir tangki dapat mengeluarkan sebagian muatannya. Selain atas persetujuan petugas SPBU tujuan, juga karena memanfaatkan hasil kelebihan BBM dari Depot Pertamina yang sengaja dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penyusutan BBM saat cuaca hujan selama perjalanan.
Sehingga, aksi menurunkan sebagian muatan, cenderung dilakukan saat cuaca terik, yang mengakibatkan BBM mengalami pemuaian atau mengembang.
Anehnya, praktek nakal para oknum supir tangki ini seakan luput dari pengawasan pihak Pertamina. Padahal, aturan telah jelas mengharuskan setiap mobil tangki dilengkapi dengan GPS, untuk mengawasi setiap gerak-gerik dan posisi atau kebaradaan kendaraan.
Namun belum diketahui pasti, apakah mulusnya aksi permainan nakal ini karena adanya “main mata” antara petugas Pertamina dan Elnusa dengan supir tangki, atau memang benar-benar tidak tahu.
Namun, saat kebenaran informasi tersebut dicoba diuji, dengan meminta tanggapan seorang pengawas dari Elnusa bernama Tommy, muncul keraguan setelah mendengar pengakuan singkat Tommy, yang mengatakan kalau dirinya pidak punya kapasitas untuk menanggapi.
“Izin bang, saya ga bisa berikan tanggapan apa pun,” tulis Tommy mencoba mengelak dari pertanyaan wartawan.
Bahkan, saat wartawan mengirimkan foto oknum supir tangki yang sedang “mengkolak” tersebut untuk menguatkan kalau informasi yang diterima memiliki bukti yang cukup, Tommy memilih tidak membalas chatingan tersebut. (red)





