Warga Barus Kecewa, Nama Mereka Tiba-tiba Hilang dari Daftar Penerima Jadup Tahap 3

kantongberita.com, TAPTENG | Warga Kecamatan Barus Kabupaten Tapanuli Tengah kecewe, nama mereka tiba-tiba hilang dari daftar lenerkma banyuan Jaminan Hidup (Jadup) tahap 3.

Mereka menduga, hilangnya nama mereka ada kaitannya dengan Pilkada Tapteng. Dimana saat itu mereka bukan pendukung Bupati Tapteng saat ini Masinton Pasaribu.

Ungkapan kekecewaan warga Desa Aek Dakka tersebut diluapkan lewat media sosial, yang ditujukan kepada Bupati Tapteng Masinton Pasaribu dan juga kepada Kepala BPBD Tapteng.

Adapun nama kedua warga tersebut antara lain, Askuddin Simanjuntak dan Ahyuddin Sigalingging. Dalam postingannya, mereka menjelaskan bahwa awalnya nama mereka keluar sebagai penerima jadup tahap 3. Namun, belakangan diketahui nama keduanya tidak lagi masuk dalam daftar penerima.

“Tapi kok bisa tiba-tiba hilang. Bingung kami Bapak Bupati Tapteng dan Bapak BPBD Tapteng, Bapak Camat Barus,” tulis keduanya di media sosial.

Mereka meminta Bupati Masinton agar turun membuktikan kalau mereka merupakan korban bencana luapan Sungai Aek Sirahar pada 25 November 2025 lalu.

Anehnya katanya mereka, warga yang rumahnya jauh dari bibir Sungai Aek Sirahar terdaftar sebagai penerima.

“Silahkan turun pak, lihat rumah saya 5 meter dari bibir Sungai Aek Sirahar. Sedangkan mereka yang tinggal 50 meter sampai 100 meter dari bibir sungai mendapatkan bantuan pemerintah yang dinamakan jadup,” ungkapnya.

Dia kemudian merasa dianaktirikan lantaran pada Pilkada lalu merupakan pendukung pasangan Bupati dam Wakil Bupati Tapteng Kiyedi-Darwin (Kedan).

“Apakah karena saya dan Kawan-kawan yang lain pemilih Kiyedi-Darwin diwaktu Pilkada dulu, menjadi bukan kategori untuk mendapatkan jadub dari pemerintah,” tulisnya.

Saat hal dikonfirmasi, kedua warga Barus tersebut mengaku tidak habis pikir kenapa nama mereka bisa hilang dari daftar.

“Kemarin kami cek ada nama kami keluar di data awal. Saya nomor urut 6 atas nama Maskuddin Simanjuntak dan temannya saya Mahyuddin Sigalingging nomor urut 7. Setelah didaftar final nama kami sudah tidak ada lagi. Kami sangat-sangat kecewa karena kami korban dan rumah kami rusak. Sementara ada yang rumahnya tidak terdampak justru mendapat,” ujar Maskuddin, Rabu (15/4/2026).

Mereka mengaku telah menanyakan hal tersebut ke aparat Kecamatan Barus, namun tidak ada jawaban dan penjelasan.

“Wajar kami berpikir demikian, karena kenapa tiba-tiba nama kami hilang dan tidak ada penjelasan dari aparat kecamatan,” tukas keduanya.

Harapannya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution dan Menteri Dalam Negeri M Tito Karnavian mendengarkan keluhan mereka, dan mengevaluasi daftar oenerima bantuan bencana yang diusulkan oleh Pemkab Tapteng.

“Untuk itu kami memohon kepada Bapak Gubernur Bobby Nasution dan Bapak Menteri agar melihat situasi yang kami alami ini. Kami benar-benar korban banjir dan boleh dicek langsung, tetapi nama kami dihilangkan dari daftar penerima jadub,” keluh kedua warga Barus tersebut.

##Ketua DPRD Tapteng: Jangan Main-main dengan Data##

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua DPRD Tapanuli Tengah Ahmad Rivai Sibarani mengaku telah menerima laporan warga. Apalagi diketahui, Rivai merupakan pitra kelahiran Barus dan hingga kini masih menetap di daerah tersebut.

Dia kemudian meminta kepada bagian pendataan hingga yang penginputan data agar tidak main-main dengan data warga yang menjadi korban bencana.

Karena menurutnya, masalah ini telah diketahui oleh Menteri Dalam Negeri dan juga Gubernur Sumatera Utara. Bahkan, Mendagri dan Gubernur Sumut menyebut kalau pendataan di Tapteng lamban dan banyak masalah.

“Seharusnya dengan situasi seperti ini, tidak ada lagi yang main-main dalam melakukan pendataan karena ini menyangkut bantuan yang disiapkan pemerintah pusat untuk masyarakat korban banjir. Bahkan Pak Menteri Tito dan Pak Gubernur Sumatera Utara meminta agar data para korban secepatnya dikirimkan,” ujar Rivai.

Politisi Partai NasDem inipun berjanji akan segera menindaklanjuti keluhan warga tersebut. Dan bukan hanya warga Barus, melainkan seluruh warga yang menjadi korban bencana di 20 Kecamatan yang ada di Tapteng.

“Kami akan tindaklanjuti soal keluhan warga ini, kenapa tiba-tiba bisa hilang namanya, apakah ada permainan atau masalah suka tidak suka,” tegasnya. (red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *