kantongberita.com, TAPTENG | Warga korban bencana yang tidak kebagian bantuan Jaminan Hidup (Jadup) di Kabupaten Tapanuli Tengah beramai-ramai mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Sibolga, Senin (27/4/2026).
Mereka tidak lagi menuntut Jadup ke Kantor Bupati Tapanuli Tengah. Mereka lebih memilih meminta tolong kepada pihak Kejaksaan agar mereka memperoleh haknya sebagai korban bencana atas bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat.
Sebelumnya, sekelompok masyarakat yang mengaku korban bencana telah menggeruduk kantor Bupati Tapteng, Senin (20/4/2026). Mereka ingin menuntut keadilan dari Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, atas kegaduhan pembagian Jadup yang terjadi ditengah-tengah masyarakat.
Namun, upaya warga korban bencana tersebut yang ingin ketemu langsung dengan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, kandas.
Karena, setelah berjam-jam berorasi, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu tidak kunjung hadir menemui mereka. Menurut pejabat yang diutus menemui warga yang demo, Masinton sedang berada di Jakarta.
Sementara itu, dalam orasinya di depan Kantor Kejari Sibolga, massa yang diketahui berasal dari Kecamatan Tapian Nauli tersebut menyampaikan bahwa pembagian Jadup di Kabupaten Tapanuli Tengah tidak tepat sasaran.
Karena, warga yang sama sekali tidak terkena bencana pada 25 November 2025 yang lalu, terdaftar sebagai penerima Jadup.
Sebaliknya mereka yang benar-benar terkena bencana, yang hingga kini masih menumpang tunggal di rumah keluarga malah tidak mendapat bantuan.
“Kami minta kepada bapak Kajari, supaya kami masyarakat yang tinggal di pedesaan bisa diratakan dengan teman-teman kami yang menerima Jadup,” ujar masyarakat menyampaikan aspirasinya.
Selain Jadup, massa juga meminta pihak Kejaksaan agar mengusut anggaran bantuan bencana yang telah diterima oleh Pemkab Tapteng, seperti yang pernah disampaikan oleh Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution kepada masyarakat beberapa waktu lalu.
Pasalnya hingga kini, anggaran tersebut belum juga sampai kepada masyarakat, baik secara tunai maupun dalam bentuk barang.
“Kami ingin menanyakan terkait pernyataan Pak Bobby Nasution yang mengatakan bahwa anggaran bantuan bencana alam sudah dicairkan ke Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah,” ungkap warga.
Pada kesempatan tersebut, warga dengan tegas menyebut kehadiran mereka didepan kantor Kejari Sibolga, hanya ingin menuntut keadilan dalam pembagian bantuan bencana.
Mereka mengecam bila ada pihak yang menyebut aksi mereka bermuatan politik dan ditunggangi oleh seseorang.
“Aksi kami ini tidak ada diprovokasi orang lain atau disusupi orang lain. Dan kita tidak ditunggangi siapapun. Ini adalah dari hati nurani kita yang telah teraniaya. Kami kesini untuk menuntut hak kami, yang seharusnya kami terima,” seru orator dari atas mobil pickup dengan menggunakan pengeras suara.
Puluhan warga yang didominasi oleh kaum Ibu-ibu tersebut, diterima oleh Kasi Pidsus Kejari Sibolga Jeferson Hutagaol yang berjanji akan membantu masyarakat, sesuai tuntutan yang disampaikan.
Usai mendapat dukungan dari pihak Kejaksaan, massapun membubarkan diri dengan tertib. (red)





