kantongberita.com, SIBOLGA | Malang dialami Hasrul Sikumbang (44), pasien penyakit paru dan jantung yang nyaris kehilangan nyawa diduga akibat tidak mendapat perawatan intensif di rumah sakit Metta Medika Sibolga usai dirujuk dari Klinik Yakin Sehat Kabupaten Tapanuli Tengah
Hasrul berhasil melewati masa kritisnya setelah mendapat tindakan medis di rumah sakit Efarina Pematang Siantar.
Menurut Hasrul, kejadian tersebut bermula saat dirinya yang sudah 4 hari menjalani perawatan di Klinik Yakin Sehat dengan gejala nafas sesak dirujuk ke rumah sakit Metta Medika, Sabtu (6/6/2026) sore. Karena, di Klinik Yakin Sehat tidak tersedia Dokter Spesialis jantung.
Diketahui rujukan dilakukan setelah pihak rumah sakit asal memastikan ketersediaan layanan medis sesuai yang dibutuhkan di rumah sakit tujuan.
Namun sayang, sesampainya di rumah sakit Metta Medika sekira pukul 18.30 WIB, Hasrul diduga tidak mendapatkan penanganan medis sesuai dengan penyakit yang dideritanya.
“Hanya dikasih bantuan pernafasan saja dan obat yang disuntik lewat spin. Padahal, saya butuh tindakan medis, membuang cairan yang ada di paru-paru saya, yang membuat saya sesak bernafas,” terang Hasrul, Selasa (7/7/2026).
Karena kondisinya semakin memprihatinkan, Senin (8/6/2026) pagi, Hasrulpun dibawa ke rumah sakit umum Pandan dan menjalani perawatan selama 5 hari.
Meski kondisi tubuhnya tidak membaik sepenuhnya, namun tindakan medis yang dilakukan pihak rumah sakit dengan mengeluarkan sebagian cairan dari parunya, cukup membantu dan mengurangi rasa sesak yang diderita oleh Hasrul.
“Hanya 120 CC yang berhasil dikeluarkan. Adalah kurangnya sedikit. Makanya, Jumat (12/6/2026) pagi saya diperbolehkan pulang,” tukasnya.
Namun malamnya, Hasrul kembali mengalami sesak dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit FL. Tobing Sibolga, Sabtu (13/6/2026) pagi.
Karena keterbatasan tenaga medis, pihak rumah sakit FL Tobing kemudian merujuk Hasrul ke rumah sakit Efarina Etaham Pematang Siantar, Minggu (14/6/2026) sore.
“Sampai saya di rumah sakit Efarina pukul 21.00 WIB. Pukul 23.00 WIB langsung masuk ke ruang operasi untuk mengeluarkan 4 liter cairan dari paru-paru saya,” unhkap Hasrul.
Usai operasi Hasrul kemudian merasakan kelegaan pada pernafasannya. Diapun menjalani perawatan di rumah sakit tersebut selama 5 hari, hingga akhirnya Jumat (19/6/202), pihak rumah sakit memperbolehkannya pulang ke Sibolga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan dari pihak rumah sakit Metta Medika. Sumi, salah seorang pejabat rumah sakit swasta tersebut yang dicoba dikonfirmasi via selularnya, hanya berjanji tanpa memberikan penjelasan.
Meski demikian, untuk memperoleh perimbangan berita, wartawan akan terus mencoba meminta keterangan dari pihak rumah sakit Metta Medika. (red)




