29 Akseptor Berhasil Jalani Tubektomi Dalam Rangka Harganas ke-33 yang Diselenggarakan DPPKB Sibolga

kantongberita.com, SIBOLGA | Pemerintah Kota Sibolga melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Bulan Pelayanan KB Metode Operasi Wanita (MOW) atau Tubektomi serentak dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 33 tahun 2026.

Kegiatan yang digelar di Rumah Sakit Umum Dr. Ferdinand Lumban Tobing Sibolga tersebut menyasar para akseptor yang merupakan Pasangan Usia Subur (PUS) 15-49 Tahun.

Menurut Kepala DPPKB Sibolga Richard M Pangaribuan melalui Kepala Bidang Keluarga Berencana
Fitria agustina marito simamora, ada 29 akseptor yang berhasil menjalani tindakan medis proses MOW. Para akseptor tersebut berasal dari 17 Kelurahan se-Kota Sibolga.

“Target kita tercapai 100%. Sesuai anggarannya, ada 29 akseptor yang kita layani diperingatkan Harganas tahun ini,” kata Fitria disela-sela pelaksanaan MOW, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, disamping 29 akseptor utama tersebut, ada 34 akseptor cadangan yang disiapkan untuk mengantisipasi bila mana ada akseptor utama yang batal menjalani tindakan medis.

“Misalnya, suaminya berubah fikiran, istri gak dibolehkan lagi ikut Tubektomi. Atau, waktu lagi cek kesehatan, tiba-tiba tensi tinggi, sehingga tidak boleh dilakukan tindakan medis,” terangnya.

Menurut Fitria, usai menjalani MOW, masing-masing akseptor diberikan biaya pemulihan kesehatan selama tidak bekerja sebesar Rp300 ribu dan biaya transportasi Rp100 ribu.

“Masing-masing diberi Rp400.000, 300 untuk pemulihan, 100 lagi untuk transportasi,” ungkap Fitria.

Para ibu rumah tangga yang menjadi peserta MOW mengucapkan terimakasih kepada Pemko Sibolga yang telah memberikan pelayanan KB secara gratis, yang membantu mereka membatasi kehamilan.

Karena diketahui, fungsi KB MOW yakni untuk mencegah kehamilan secara permanen. Prosedur medis ini dilakukan dengan cara mengikat, memotong, atau menutup saluran tuba falopi (saluran yang menghubungkan rahim dan indung telur), sehingga sel telur dan sperma tidak bisa bertemu.

“Terimakasih kepada bapak Wali Kota, bapak Wakil Wali Kota Sibolga, dan kepada Ibu Ketua PKK, saya sudah menjadi anggita KB MOW,” ucap Naomi Pebriana Halawa, mewakili para peserta KB MOW. (red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *