Dugaan Kerja Paksa Mahasiswi STIKES Nauli Husada | Diminta Angkat Besi Beton 2 Hari Berturut-turut

kantongberita.com, TAPTENG | Sejumlah mahasiswi Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKES) Nauli Husada Sibolga dilaporkan enggan masuk kampus setelah mengaku dipaksa mengangkat tumpukan besi beton berkarat di lingkungan kampus selama dua hari. Peristiwa itu memicu kemarahan orangtua mahasiswa.

Berdasarkan keterangan salah seorang mahasiswi berinisial Wati, ia bersama mahasiswi lain diperintahkan memindahkan besi beton dari pinggiran lapangan ke belakang gedung kantor sekretariat.

“Kami sudah 2 hari disuruh memindahkan tumpukan besi beton berkarat. Dimulainya sejak Jumat, 26 Juni 2026, sampai Sabtu, 27 Juni 2026,” ujar Wati kepada wartawan.

Ia menyebut beban yang diangkat tergolong berat dan membuat tubuh pegal. Akibatnya, beberapa mahasiswi memilih tidak hadir ke kampus karena takut kembali ditugaskan mengangkat sisa besi yang belum selesai dipindahkan.

Foto : Para Mahasiswi Keperawatan saat bekerja memindahkan besi beton. (Tangkapan layar)

Mengetahui anaknya menolak kuliah, sejumlah orangtua menyatakan keberatan. Mereka menyayangkan kebijakan pihak kampus yang dinilai tidak sesuai dengan fungsi lembaga pendidikan kesehatan.

Orangtuapun menyebut dengan tegas kalau ini bukan tugas mahasiswa Kesehatan.

“Para orangtua membayar biaya pendidikan agar anaknya memperoleh ilmu kesehatan. Menyuruh mahasiswa wanita mengangkat besi beton jelas tidak mencerminkan lembaga pendidikan,” kata salah satu wali mahasiswa.

Orangtua juga mengaku resah karena anaknya diperlakukan “seperti buruh tukang”, bukan peserta didik. Ditambah kondisi fisik mahasiswi yang mengeluh pegal-pegal setelah dua hari mengangkat beban berat.

“Bukan hanya mahasiswi yang trauma masuk sekolah, para orangtua juga resah,” ungkap Wati.

##STIKES Nauli Husada Benarkan Suruh Mahasiswi Angkat Besi Beton##

Pihak STIKES Nauli Husada membenarkan kalau mereka menyuruh mahasiswi jurusan Keperawatan untuk memindahkan tumpukan besi beton.

Menurut Herlina, yang merupakan Wakil Ketua 1, pemindahan besi tersebut untuk kepentingan akreditasi Kampus, khusus Prodi Keperawatan.

Namun, Herlina membantah adanya pemaksaan yang mereka lakukan terhadap para mahasiswi.

“Untuk akreditasi, jadi besi itu harus dipindahkan. Ini untuk kepentingan Prodi mereka juga,” kata Herlina diamini Augustiani Situmeang, selaku Wakil Ketua 3 dan Tinawati Nainggolan, Kepala Prodi Kesehatan Masyarakat yang ditemui di Kampus STIKES Nauli Husada Sibolga, saat ditemui diruang kerjanya, Senin (29/6/2026).

Menurut Herlina, jarak pemindahan besi juga tidak jauh dan jumlahnya tidak banyak.

“Gak jauhnya, dan jumlahnyapun bukannya banyak,” tukasnya.

Meski demikian, Herlina, Augustina dan Tinawati berjanji tidak lagi menyuruh para mahasiswa untuk melakukan pekerjaan diluar kewajibannya sebagai pelajar di kampus tersebut.

Saat Wartawan meninjau lokasi besi beton didampingi ke Herlina, Augustiani dan Tinawati, diperkirakan besi beton yang ada sebanyak 3 ton. Sebagian telah dipindah ke belalang gedung Sekretariat. Sedangkan sebagian lagi, masih menumpuk dipinggir lapangan.

Dari tumpukan besi berkarat tersebut, tampak sebagian telah berbentuk tapak gajah, dan sloof beton siap pakai. (red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *