Kapal WJL Ogah Sandar di Pelabuhan ASP; Alasan, Asuransi Tak Mau Klaim

  • Bagikan

Kantong Berita, SIBOLGA-Pelabuhan Angkutan Sungai dan Penyeberangan (ASP) Sibolga kini sepi, tidak banyak lagi kapal penyeberangan yang mau singgah dan berlabuh.

Alhasil, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pelabuhan ini mengalami penurunan yang sangat drastis di tahun 2020.

Padahal di tahun sebelumnya, Pelabuhan yang dikelola oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Sibolga ini mampu mengumpulkan PAD sesuai target yang ditetapkan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kadis Perhubungan Sibolga, Marajahan Sitorus. Dalam wawancara di ruang kerjanya, Marajahan menyebut selain karena Pandemi COVID-19, penurunan PAD juga dikarenakan kapal yang rutin sandar di ASP tinggal 1 yakni KMP. Belanak milik PT ASDP.

Sementara, kapal milik PT. WJL, yang merupakan perusahaan transportasi laut terbesar di Kota Sibolga ogah menyandarkan kapalnya di pelabuhan milik pemerintah daerah tersebut.

Kapal milik perusahaan swasta ini lebih memilih sandar di Pelabuhan Pelindo atau Pelabuhan Sambas.

Baca Juga :   Arus Balik Penumpang Nias-Sibolga H+5 Masih Tinggi

Sekilas diterangkan mantan Camat Sibolga Utara ini, target PAD Pelabuhan ASP hingga tahun 2019 sebesar Rp1 milyar, dengan jumlah pencapaian sebesar 101%.

Karena Pandemi Corona di tahun 2020, target yang seharusnya Rp1 milyar tersebut turun sebesar 20 % menjadi Rp848.360.000, dengan jumlah pencapaian hanya 60 % atau sebesar Rp513.521.000.

“Faktor penurunannya salah satunya karena Pandemi. Yang kedua, adanya pergeseran atau penjadwalan kapal WJL. Kita target ini, bersandar di ASP KMP. Victory dan KMP. Glory. Sejak tahun 2020, bisa dihitung jari berapa kali Victory dan Glory sandar. Yang sandar hanya KMP Ono Niha, tujuan Teluk Dalam dan KMP. Belanak, dengan kapasitas yang sangat rendah. Sehingga, retribusi yang dicapai pun sangat rendah,” kata Marajahan diamini Plh. KaUPT Pelabuhan ASP Yon Moelyadi, Rabu (3/2).

Baca Juga :   5 Pimpinan Pratama Sibolga Diberhentikan; Ini nama-nama penggantinya

Dishub tidak tinggal diam dengan kondisi tersebut, mereka pernah mempertanyakan alasan pihak PT. WJL tidak mau sandar di Pelabuhan ASP.

Melalui perwakilan perusahaan, saat itu pihak PT. WJL beralasan, karena pihak Jasa Raharja tidak akan mengklaim asuransi bila kapal sandar di Pelabuhan ASP.

“Sebulan mereka tidak sandar, saya langsung menanyakan mereka alasannya. Katanya, pihak asuransi Jasa Raharja, ini informasi yang kita dengar di rapat pertemuan disini (Kantor Dishub), tidak akan mengklaim kalau ada kejadian di Pelabuhan ASP. Karena, kapasitas ASP tidak bisa menampung GT bobot besar diatas 2000 GT,” terangnya.

Terpisah, General Manager PT. WJL, Yon Marbun saat di hubungi via telepon selularnya, tidak bersedia menerima panggilan. Begitu juga dengan pesan singkat lewat layanan WhatsApp, pria yang kerap disapa Koling ini tidak bersedia menjawab. (ril/kb)

  • Bagikan