NasDem akan Laporkan Kejadian Hilangnya C Plano di Badiri

Foto : Ketua DPD NasDem Tapteng Khairul Kiyedi Pasaribu.

kantongberita.com, TAPTENG | Partai NasDem akan melaporkan kejadian hilangnya C Plano di Dapil II Tapteng, tepatnya di Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara ke pihak yang berwenang.

Hal itu disampaikan Ketua DPD NasDem Tapteng Khairul Kiyedi Pasaribu dalam keterangan persnya saat meninjau perhitungan suara di Kecamatan Badiri, Senin (26/2/2024).

Diterangkannya, C Plano tersebut pertama kali diketahui hilang, saat hendak dilakukannya perhitungan suara di TPS 4 Desa Jago-jago.

Pada saat kotak dibuka, PPS tidak menemukan C Plano dalam kotak suara tersebut.

Kemudian, karena C Plano telah hilang, akhirnya disepakati akan dilakukan perhitungan suara ulang yang dijadwal esok harinya, Sabtu (24/2/2024).

Anehnya, saat kotak suara dibuka untuk dilakukan perhitungan suara ulang, sekira pukul 15.53 WIB, C Plano yang sebelumnya telah dinyatakan hilang, ditemukan kembali dalam kotak suara.

Dia menduga, pada kejadian tersebut, ada oknum yang diduga mencoba-coba untuk menggeser perolehan suara untuk DPRD Tingkat II.

“Kami akan laporkan resmi terkait permasalaham ini. Kami curiga ada oknum yang memegang kunci yang memasukkan ini, kami duga ya, kami duga. Karena kami lihat ini sudah coba main-main sama kami ini. Kami menduga ada permainan dibalik ini,” kata Kiyedi.

Meski demikian, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Tapteng ini mengimbau para penyelenggara Pemilu untuk tidak mencoba-coba melakukan kecurangan Pemilu dengan melakukan penggeseran suara, khususnya di 78 TPS di Kecamatan Badiri.

“Jangan coba-coba, karena semua mata sudah memantau, karena C Hasil sudah di kantor partai masing-masing. Jangan coba-coba bermain-main, itu saja yang saya sampaikan. Agar pemilihan ini, berjalan dengan aman, tertib, jujur dan adil,” tukasnya.

Diketahui, hari ini akan dilakukan perhitungan akhir perolehan suara untuk Kecamatan Badiri.

Amatan di Kantor Camat Badiri, sejumlah Penyelenggara Pemilu, dari mulai PPK hingga PPS dan saksi-saksi Partai Politik masih menunggu waktu dilakukannya. (red)