Tapsel  

Operasi Katarak Gratis Tambang Emas Martabe Tahun Ini Targetkan 1.300 Mata

Foto : Deputy General Manager Operations PTAR, Wira Dharma Putra.

kantongberita.com, TAPSEL | PT Agincourt Resources, menargetkan 1.300 mata pada operasi Katarak gratis yang digelar tahun ini.

Itu disampaikan oleh Deputy General Manager Operations PTAR, Wira Dharma Putra pada pembukaan Pekan informasi kesehatan mata tambang emas Martabe yang digelar di Sopo Daganak Batangtoru, Senin (8/7/2024).

Dan itu kata Wira merupakan komitmen PTAR yang sangat besar terhadap kesehatan masyarakat. Salah satunya, terbukti dari penyelenggaraan operasi katarak gratis yang digelar sejak tahun 2011.

“Melalui inisiatif yang dilakukan secara konsisten ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan angka kebutaan akibat katarak di Sumatra Utara,” kata Wira sembari menjelaskan bahwa kegiatan Operasi Katarak Gratis ini sempat ditiadakan saat terjadinya bencana meletusnya gunung Sinabung, yang berlanjut hingga Pandemi Covid-19.

Menurutnya, PTAR sebagai pihak swasta dapat menyumbang percepatan penanggulangan katarak di Indonesia dengan cara mendorong sebanyak mungkin screening dan operasi katarak di berbagai daerah.

Hal ini sejalan dengan Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan di Indonesia Tahun 2017-2030 yang diluncurkan Kementerian Kesehatan.

Sementara itu, Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono mengatakan, konsistensi PTAR dalam mengeliminasi angka kebutaan membuahkan hasil yang luar biasa.

Sejak 2011 hingga 2023, operasi katarak yang digelar PTAR telah menyembuhkan sebanyak 10.571 mata pada 9.153 pasien.

“Mereka sudah bisa menikmati kehidupan yang lebih baik, demikian juga orang-orang di sekitarnya. Tidak saja dari Tapanuli Selatan, penderita katarak yang menjalani bedah katarak besutan PTAR berasal dari Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Utara, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Mandailing Natal, Pematangsiantar, Deli Serdang, Medan, dan Nias,” kata Katarina.

Tercatat, pasien termuda yang pernah dioperasi berusia 8 bulan dan yang tertua berumur 108 tahun.

“Karena komitmen kami adalah mendukung kesehatan mata masyarakat secara komprehensif, maka kami tidak hanya melakukan upaya kuratif melalui bedah katarak, melainkan juga upaya promotif dan preventif, salah satunya Pekan Informasi Kesehatan Mata,” ungkapnya.

Pekan Informasi Kesehatan Mata menjadi pembuka Rangkaian Operasi Katarak Gratis yang bertujuan memberikan pengetahuan praktis tentang kesehatan mata, terutama katarak, kepada tenaga kesehatan, kader posyandu, dan bidan desa di sekitar wilayah tambang.

Para peserta sosialisasi nantinya diharapkan mampu melakukan screening awal katarak di lokasi masing-masing, juga mengedukasi masyarakat tentang cara menghindari katarak.

Karena setiap tahun mengikuti sosialisasi, para ujung tombak kesehatan masyarakat itu kian mumpuni dalam melakukan deteksi dini katarak.

Diperkirakan, sekitar 15 kali kegiatan operasi katarak akan digelar tahun ini.

Operasi pertama akan diadakan di Puskesmas Batangtoru, lokasi terdekat dengan area Tambang Emas Martabe. Operasi bakal diadakan sebanyak 6 kali, yakni pada 20-21 Juli, 24-25 Juli, dan 2-3 Agustus 2024.

Untuk operasi kedua digelar di RS Mata Siantar, dengan jadwal pada 27-31 Agustus. Kemudian, operasi ketiga yang digelar di RS Mata Mencirim 77 Medan pada 6-7 September dan 14-15 September 2024.

Mewakili Bupati Tapsel, Kepala Dinas Kesehatan Tapanuli Selatan, Rudi Iskandar yang hadir pada acara pembukaan Pekan informasi kesehatan mata tambang emas Martabe tersebut berharap layanan ini terus berkelanjutan demi terwujudnya masyarakat bebas buta katarak.

Hadir pada acara tersebut seorang warga Aek Pining Batangtoru yang pernah menjalani operasi Katarak gratis yang diselenggarakan oleh PTAR pada tahun 2023 yang lalu, Roslaina Matondang.

Wanita berusia 65 tahun ini mencoba berbagi pengalamannya, dari mulai mengidap Katarak hingga matanya normal kembali usai dioperasi.

”Jangan takut untuk menjalani operasi katarak. Hanya 10 menit saja tanpa rasa sakit. Setelahnya, saya dapat melihat indahnya dunia ini,” kata Roslaina. (red)