kantongberita.com, TAPTENG | Usai viral video warga marah-marah mendatangi sebuah rumah yang diduga merupakan cafe remang-remang, Polres Tapteng akhirnya menggelar razia, Minggu (25/10/2026).
Pada postingan FB Polres Tapanuli Tengah tersebut menyebutkan, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tapanuli Tengah yang dipimpin IPDA JJ Tambunan, menggelar patroli dan pemeriksaan di Garden Club, yanh berada di Jalan Abdul Rajab Simatupang, Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Pada saat pemeriksaan KTP para pelayan cafe yang ditemui saat itu, petugas tidak menemukan pekerja penyaji minuman yang masih dibawah umur seperti yang disampaikan oleh warga dalam video viral tersebut.
Namun, Polres Tapanuli Tengah memastikan kalau cafe penyedia pelayan wanita tersebut telah memiliki Izin Usaha dan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diterbitkan oleh Pemerintah.
Meski demikian, Kasat Reskrim Polres Tapteng, IPTU Dian Agustian Perdana, menegaskan bahwa jajarannya akan terus memantau dan menertibkan tempat hiburan malam yang beroperasi di luar ketentuan jam operasional.
Selain melakukan pemeriksaan, petugas di lapangan juga memberikan imbauan tegas kepada pemilik usaha agar senantiasa mematuhi aturan jam operasional demi menjaga kenyamanan bersama serta memelihara situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Tapteng.
Diberitakan sebelumnya, sebuah video keributan di sebuah bangunan yang diduga cafe remang-remang di Kelurahan Sihaporas Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, viral dan membuat heboh warga.
Dalam video berdurasi 1 menit 36 detik yang direkam pada malam hari itu, terlihat seorang pria warga setempat marah-marah dan mendatangi sebuah gedung semi permanen yang terang benderang. Di dalam gedung tersebut, terlihat puluhan orang, pria dan wanita muda, sedang berkumpul.
Pria yang merekam video tersebut terdengar sangat emosi. Ia menyebut keberadaan cafe tersebut sangat mengganggu, terutama aktivitas anaknya yang bersekolah.
“Ini semua. Akibat orang ini semua terganggu anakku sekolah. Terganggu,” teriak pria tersebut dalam video.
Yang lebih mengejutkan, pria tersebut bahkan berulang kali menyebut bahwa wanita penghibur yang bekerja di cafe tersebut masih di bawah umur.
“Ini di bawah umur semua! Ya! Ini di bawah umur semua! Heboh! Ini di bawah umur semua! Bakalan ribut kau, biar tahu ini di bawah umur semua ya,” teriaknya lagi dengan nada tinggi.
“Cari makanmu salah! Cari makanmu salah!” lanjutnya.
Dari kejauhan, terlihat sekelompok wanita muda berdiri di sisi bangunan, sementara sekelompok pria duduk di sekitar meja.
Warga sekitar mengaku resah dengan keberadaan tempat yang diduga menyediakan wanita penghibur tersebut. Selain dianggap meresahkan lingkungan dan mengganggu pendidikan anak-anak, dugaan mempekerjakan wanita di bawah umur menjadi sorotan serius.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kelurahan Sihaporas Nauli maupun aparat kepolisian terkait kebenaran dugaan cafe remang-remang tersebut.
Warga mendesak Satpol PP dan Polres Tapteng untuk segera turun melakukan razia dan penyelidikan. Jika terbukti menyediakan wanita di bawah umur, warga meminta agar tempat tersebut segera ditutup dan pengelolanya diproses sesuai hukum perlindungan anak. (red)





