kantongberita.com, TAPTENG | Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tapanuli Tengah menuai kritik dari masyarakat. Sejumlah warga di Kecamatan Sarudik mengeluhkan komposisi hidangan mingguan yang dinilai terlalu minim menu spesial.
Keluhan disampaikan warga terkait rotasi menu selama sepekan terakhir yang dinilai monoton dan tidak seimbang.
“Senin libur 17 Agustus, Selasa pakai telur ceplok, Rabu pakai ikan Kaling goreng, Kamis ayam goreng, Jumat telur bulat. Padahal minggu-minggu lalu ada daging rendang walaupun potongannya sangat kecil,” ungkap warga yang enggan namanya dipublikasikan, Jumat (21/8/2026).
Menurut warga, kondisi ini tidak sejalan dengan ekspektasi metode perhitungan anggaran silang atau (cross-subsidization) yang seharusnya diterapkan dalam program MBG.
Warga menyayangkan pengelolaan menu dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Yayasan Kemala Bhayangkari (SPPG YKB) Polres Tapanuli Tengah yang beroperasi di wilayah tersebut.
“Jika dilakukan subsidi silang antara hari-hari dengan menu ekonomis seperti telur, maka pihak Pengelola Dapur semestinya memiliki ruang anggaran untuk menyelipkan setidaknya satu menu istimewa, seperti olahan daging atau menu premium lainnya,” ujarnya.
Warga berharap agar SPPG YKB Polres Tapanuli Tengah beserta tim pengawas mutu dapat segera mengevaluasi rotasi serta variasi bahan baku mingguan, agar gizi penerima manfaat tetap terpenuhi dan program berjalan sesuai tujuan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG YKB Polres Tapanuli Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut. (red)




