5 Bulan Kerjakan Titik Bencana, PT. Adhi Karya Belum Terima Pembayaran dari Pemerintah

kantongberita.com, TAPTENG | Dibalik viralnya video penumpukan BBM jenis Solar di mess milik PT. Adhi Karya yang terletak di jalan Z.A. Glr. Sutan Kumalapontas Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, terungkap fakta menarik dibalik pengerjaan proyek pascabencana yang ternyata hingga kini belum dibayarkan oleh Pemerintah.

Fakta tersebut terungkap dari pernyataan perwakilan PT. Adhi Karya yang membidangi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Chairul Adha Hasibuan kepada wartawan.

Dimana menurut Chairul, sejak dihunjuk Pemerintah untuk mengerjakan sejumlah titik bencana, pihak perusahaan hingga kini harus memutar otak mencari pinjaman.

Diketahui, selain di Aceh dan Sumatera Barat, titik bencana yang menjadi tanggungjawab PT. Adhi Karya berada di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Mereka telah bekerja selama 5 bulan sejak Januari 2026. Namun, hingga kini PT. Adhi Karya belum menerima pembayaran dari progres kerja yang telah mereka kerjakan.

Itu pulalah yang menjadi alasan Managemen PT. Adhi Karya memilih menyewa rumah dengan ukuran yang tidak memadai sebagai tempat tinggal karyawan dan menumpuk material seperti BBM keperluan kerja, seperti mess yang saat ini mereka tempati.

Karena kata Chairul, untuk menyewa lokasi yang luas, yang layak dan memadai untuk tempat bernaung, Managemen perusahaan merasa kesulitan, disebabkan terkendala pada pendanaan.

“Pendanaan kita gak ada suport bang. Makanya mencari lahan, tempat tinggal. Seharusnya gak kek gini juga tempat kita bang. Cari yang luas sikit, yang besar. Tapi karena minimnya anggaran tadi bang, beginilah jadinya.
Semua diharapkan mencari anggaran masing-masing,” ungkapnya.

Selain itu, BBM solar yang beberapa hari lalu sempat viral ternyata merupakan hasil Hutangan dari PT. Petro Insani Perkasa, sebuah perusahaan agen BBM Industri asal Medan yang selama ini menjadi mitra kerja PT. Adhi Karya.

“Jadi posisinya, tidak ada bantuan sedikitpun dari pihak Pemerintah, diharapkan dari kita semua. Itupun mencari kesana kemari, boleh bulan depan atau 2 bulan lagi dibayar. Kalau boleh ayolah kesini, gabunglah. Kira-kira begitu bang,” ujar Chairul ditemui di mess PT. Adhi Karya bersama Ridwan Butar-butar, selaku Humas, Sabtu (30/5/2026).

Ironisnya menurut Chairul, proyek pascabencana yang dikerjakan oleh perusahaan plat merah tersebut saat ini, hingga kini belum memiliki kontrak kerja.

“Kontrakan gak ada ini, sampai hari ini. Hanya modal yakin dan percaya.
Ini hanya semata-mata sukarela Adhi Karya untuk sementara ini bang,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumut, selaku penanggungjawab pengerjaan sejumlah titik bencana yang terjadi di Sumatera Utara pada 25 November 2026 lalu.

Meski demikian, wartawan akan terus berupaya memperoleh keterangan dari pihak Kementerian Pekerjaan Umum sebagai perimbangan berita. (red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *