kantongberita.com, TAPTENG | Ditengah kericuhan pembagian bantuan bencana yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, beredar sebuah screenshot WhatsApp yang berisi perintah kepada seluruh Kepala Desa di Kabupaten Tapanuli Tengah untuk membuat spanduk bertuliskan himbauan menolak hoax dan provokasi, serta mendukung pemulihan Tapanuli Tengah pascabencana.
Himbauan tersebut seolah menggambarkan bahwa kericuhan yang terjadi ditengah masyarakat akibat pendataan korban bencana yang tidak merata, serta pembagian bantuan yang tidak tepat sasaran, tidak benar alias Hoax.
Begitu juga dengan orasi yang disampaikan oleh masyarakat dan mahasiswa yang beberapa kali menggelar demo di depan Kantor Bupati Tapteng, dinilai sebagai suara provokator, yang sengaja diciptakan untuk memojokkan pemerintahan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu.
Begini isi dari screenshot WhatsApp yang beredar di media sosial FB, yang disertai tagar “Tapteng Bangkit”.
Bapak/Ibu Kades
Diminta dukungan Bapak/Ibu Kepala Desa agar mencetak dan memasang himbauan tersebut di 4 titik lokasi strategis, seperti kantor kepala desa atau lokasi yang mudah dilihat masyarakat.
Spanduk berukuran 3 x 1
Mari bersama kita jaga suasana tetap kondusif, tolak hoax dan provokasi, serta dukung pemulihan Tapanuli Tengah pascabencana.
Dokumentasi kirimkan di grup ini, tks
#taptengbangkit
Pemasangan spanduk tersebutpun menjadi perdebatan ditengah para netizen. Banyak yang menolak isi spanduk tersebut, yang dinilai menyudutkan masyarakat korban bencana yang menuntut pemerataan pembagian bantuan bencana.
Seperti yang disampaikan pemilik akun Ranty Waylah, yang meminta Pemerintah agar tidak banyak bicara melainkan membuktikan kalau pembagian bantuan bencana merata dan tepat sasaran.
“Nampak kali ya ingin sok bersih, klu memang betul mau disalurkan semua bantuan bencana jgn cuma omdo, pembuktian yg paling penting,” tulisnya.
Pemilik akun Teguh Vivers juga menegaskan bahwa saat ini bukan siapa yang salah atau yang benar yang ingin dicari oleh masyarakat korban bencana, namun kepastian dan keadilan dalam penerimaan hak sebagai korban bencana.
“Bkn tentang mencari siapa provokator
Dan jg bkn tentang mencari siapa yang salah
Namun ini tentang jeritan masyarat yg mrasa ketidak pastian dan keadilan
Sedangkan yang mendapatkan bantuan sebelumnya
Tidak pusing memikirkan syarat dan ketentuan dr pemda,” tulis pemilik akun.
Namun, tidak sedikit pula yang mendukung Pemkab Tapteng ditengah kegalauan para korban bencana yang hingga kini tidak kebagian bantuan.
Seperti yang dituduhkan oleh pemilik akun Bintang Dewangga yang menyebut kericuhan pembagian bantuan bencana di Tapteng merupakan ulah provokator.
“πππππ,,kalau AQ menilai ini sebenarnya pas wacana nya,karena keributan yg terjadi saat ini pasti ada provokator nya,” tulis Bintang Dewangga.
Bahkan, beberapa diantaranya malah melempar tuduhan kepada lawan politik Bupati Masinton sebagai dalang dari pembuatan spanduk tersebut.
Ada 2 spanduk yang disebut terpampang di beberapa titik yang tersebar di Kabupaten Tapanuli Tengah. Satu diantaranya berisi ajakan mendukung pemulihan Tapanuli Tengah Pascabencana. Sementara satunya lagi berisi ajakan menolak Hoax dan Provokasi terkait pembagian bantuan bencana.
Spanduk I berisi:
Tolak provokasi!!
Bersama kita dukung pemulihan Tapanuli Tengah pascabencana
“Seluruh korban terdampak bencana akan menerima bantuan sesuai hasil pendataan, verifikasi dan ketentuan yang berlaku”
Spanduk ke II berisi:
Bersama pulihkan Tapanuli Tengah
Tolak hoax & provokasi tentang bantuan bencana!!
“Tetap tenang, jangan mudah terprovokasi. Pemerintah berkomitmen menyalurkan bantuan kepada seluruh korban terdampak sesuai hasil verifikasi data”.
Diketahui, para korban bencana di Tapanuli Tengah hingga kini masih banyak yang belum menerima bantuan. Protes mereka diluapkan dengan menggelar beberapa kali aksi. Diantaranya, menyegel kantor lurah, yang dinilai tidak akurat dalam pendataan korban bencana. Warga juga menilai, pihak Kelurahan tidak peduli dengan keluhan yang sudah berulang kali disampaikan.
Kemudian, warga juga telah beberapa kali menggelar aksi ke kantor Bupati Tapteng, menuntut Bupati Masinton agar segera memperbaiki data penerima bantuan yang tidak merata dan tidak tepat sasaran.
Meski 2 kali Bupati Masinton telah berjanji, namun kericuhan pembagian bantuan bencana masih saja terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah. (red)




