Bakhtiar Ingatkan Kades Jangan Ada yang Bermain dalam Perekrutan Aparat Desa

Bakhtiar Ingatkan Kades Jangan Ada yang Bermain dalam Perekrutan Aparat Desa
Foto : Bakhtiar Ahmad Sibarani

Kantong Berita, TAPTENG-Mantan Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani mengingatkan seluruh Kepala Desa (Kades) agar tidak bermain-main dalam perekrutan aparatur Desa yang saat ini sedang berlangsung hingga 31 Desember 2022.

Diketahui, gaji aparatur Desa tahun 2023 mengalami kenaikan yang signifikan dan itu berkat perjuangan Bakhtiar saat menjabat Bupati Tapteng.

“Kalau memang harus diganti aparatur desa itu, harus jelas alasannya kenapa diganti. Apakah karena sudah pergi merantau atau sudah dapat kerja yang lain. Intinya harus jelas alasannya. Jangan karena gaji sudah naik mau mencoba mengganti dan menerima uang. Sekali lagi saya selaku sahabat kalian (Kepala Desa) mengingatkan, jangan coba-coba,” tegas Bakhtiar, Sabtu (24/12/2022).

Ketua DPD Partai NasDem Tapteng ini juga mengaku kalau dirinya telah meminta Ketua DPRD Tapteng, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai NasDem Tapteng, agar berkoordinasi dengan Pemkab Tapteng dan Pj Bupati Tapteng untuk mengawal perekrutan aparat Desa tersebut.

“Mudah-mudahan informasi itu tidak benar. Makanya saya langsung ingatkan selaku sahabat agar jangan sampai kepala desa melakukan hal itu. Karena masih banyak rezeki yang akan diberikan Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, bukan dengan cara menggambil yang bukan haknya. Sekali lagi saya ingatkan selaku sahabat, jangan coba-coba,” tegasnya.

Sekilas, Bakhtiar menjelaskan bagaimana dia dan Wakilnya saat itu Darwin Sitompul memperjuangkan kenaikan gaji aparat Desa di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Tujuannya, agar kehidupan aparatur desa lebih layak serta memiliki tanggungjawab yang lebih besar. Karena tidak mungkin menuntut kerja maksimal dengab gaji sangat kecil.

“Sebenarnya dua tahun masa jabatan kami akan berakhir sudah mau diketok anggaran ini. Hanya saja karena Pandemi COVID-19 saat itu, anggaran terpaksa dipotong karena adanya recofusing. Dan melalui partai NasDem di DPRD Tapteng dan teman-teman Anggota Dewan, anggaran itu kami titipkan diperjuangkan. Alhamdulillah sudah diketok dan tahun depan sudah terealisasi,” pungkasnya.

Bakhtiar juga mengingatkan, jangan sampai niat tulusnya memperjuangkan nasib aparatur Desa dinodai oleh beberapa oknum Kepala Desa.

Karena, kelakuan tidak terpuji itu bukan hanya mencoreng nama Kepala Desa, juga akan menodai citra baik Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Jangan karena gajinya sudah naik ada oknum-oknum yang bermain-main, atau ada orang-orang luar yang memanfaatkan, itu tidak bisa. Dan jika ada masyarakat yang dimintai oleh oknum kepala desa uang, agar bisa menjadi aparatur desa, laporkan segera ke polisi biar ditangkap,” tegas Bakhtiar.

Berikut kenaikan gaji aparat desa di Tapteng. Untuk gaji Kaur yang berjumlah 636 orang, dari semula sebesar Rp750.000 naik menjadi Rp2.022.200.

Kepala Dusun yang berjumlah 590 orang, dari semula Rp500 ribu naik menjadi Rp2.022.200.

Kemudian, gaji Kepala Desa dari semula Rp1,4 juta naik menjadi Rp2.426.000. Gaji Sekdes, dari semula Rp1 juta naik menjadi Rp2.224.000.

Kenaikan gaji yang signifikan di tahun 2023 itu sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku. (red)