Bantuan Beasiswa dan RTLH Tidak Tepat Sasaran, Pemkab Tapteng Bentuk Tim Verifikasi Ulang Data Penerima

Yetty Sembiring Mengundurkan Diri Sebagai Sekdakab Tapteng
Foto : Sekdakab Tapteng Yetty Sembiring, S.STP, MM.

Kantong Berita, TAPTENG-Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) telah membentuk sebuah tim untuk melakukan verifikasi ulang terhadap data penerima beasiswa dan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang ditujukan bagi keluarga yang tidak mampu namun berhasil lulus ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Tujuan dari verifikasi ulang ini adalah untuk memeriksa keabsahan data yang telah dilaporkan sebagai penerima beasiswa dan RTLH, sehingga pastikan bahwa data tersebut sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

“Saat ini ada laporan masyarakat bahwa beberapa penerima beasiswa dan RTLH tidak memenuhi kriteria yang ditentukan. Oleh karena itu, Bapak Bupati memerintahkan pembentukan tim verifikasi ulang,” ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah, Yetty Sembiring, S.STP, MM, pada Minggu (6/2/2022).

Menurut Yetty, syarat untuk mendapatkan beasiswa dari Pemkab Tapteng meliputi asal dari keluarga tidak mampu secara ekonomi, lulus ke Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia (kecuali kedokteran), tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba atau merokok, serta persyaratan lainnya.

“Dari laporan yang diterima, beberapa penerima beasiswa diduga telah disetujui oleh Lurah meskipun keluarganya memiliki usaha traktor dan memiliki rumah. Ini bertentangan dengan persyaratan yang menyatakan bahwa penerima harus dari keluarga yang tidak mampu,” tegas Yetty.

Sementara itu, syarat bagi penerima bantuan RTLH adalah warga yang tidak memiliki rumah tetapi memiliki lahan, atau rumah yang dimiliki sudah tidak layak huni atau rusak parah.

Ditemukan bahwa beberapa keluarga yang seharusnya tidak layak menerima RTLH, namun mendapat bantuan tersebut. Bahkan, dalam satu keluarga ada yang menerima hingga 3 unit RTLH.

Untuk menanggapi temuan tersebut, Bupati telah menegur langsung Kepala Desa yang terlibat, dan penerima RTLH yang tidak layak telah dialihkan kepada penerima yang memenuhi kriteria.

Yetty menegaskan bahwa pembentukan tim verifikasi ulang dilakukan untuk memastikan bahwa data dan persyaratan penerima beasiswa dan RTLH sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, sehingga mencegah terjadinya manipulasi data.

Bupati telah memerintahkan kepada seluruh Kepala Desa dan Lurah untuk bekerja secara profesional, serta melakukan pendataan dengan akurat terhadap penerima kedua jenis bantuan Pemerintah tersebut.

Jika ditemukan adanya manipulasi data atau pemalsuan, tindakan sesuai dengan hukum akan diambil oleh Pemkab Tapteng.

Pada tahun 2022, Pemkab Tapteng mendapatkan kuota bantuan RTLH sebanyak 100 unit, dengan anggaran Rp40 juta per rumah. Verifikasi awal tidak menunjukkan kejanggalan, namun setelah ada laporan dari masyarakat, dilakukan cross check oleh tim verifikasi.

“Pembentukan tim verifikasi ulang dilakukan untuk memastikan bahwa data dan persyaratan penerima benar-benar valid,” pungkas Yetty.

Tim Verifikasi terdiri dari Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah, Asisten, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Inspektur Inspektorat, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kepala Bagian Kesra, Kepala Bagian Hukum dan Orta Setdakab Tapteng.

Dalam upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Tapanuli Tengah, Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani memberikan beasiswa kepada 247 warga Tapteng dari keluarga tidak mampu sejak tahun 2019 hingga sekarang, dengan masa bantuan selama 4-5 tahun atau sampai tamat kuliah.