banner 728x250

Demo Tolak Pj Bupati Tapteng Diduga Kepentingan Sekelompok Orang, Ketua DPRD Himbau Masyarakat Tidak Mudah Terhasut

Foto : Ketua DPRD Tapteng Khairul Kiyedi Pasaribu bersama Anggota DPRD Tapteng lainnya.

Kantong Berita, TAPTENG-Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Suara Masyarakat Tapanuli Tengah Tolak Pj (Penjabat) Bupati Tapanuli Tengah, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Tapteng, Kamis (30/6/2022).

Namun, hingga mereka membubarkan diri, tak satupun anggota DPRD Tapteng yang terlihat menerima mereka, karena sedang melakukan perjalanan dinas ke luar Kota.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Tapteng Khairul Kiyedi Pasaribu sangat menyayangkan aksi yang mengatasnamakan diri sebagai masyarakat Tapanuli Tengah.

“Beberapa hari yang lewat, sampai kemarin, Kamis (30/6/2022) kami dalam perjalanan dinas. Jadi kami mungkin tidak bisa menerima demo yang kemarin. Dasar mereka menolak Penjabat (Pj) Bupati Tapteng itu apa. Jangan gara-gara 30 orang, seolah-olah mewakili seluruh masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah,” kata Kiyedi dalam keterangan persnya di Kantor DPRD Tapteng didampingi Anggota DPRD Tapteng lainnya, Jumat (1/7/2022).

Dia menduga, aksi demo tersebut hanya untuk memperjuangkan kepentingan sekelompok orang.

“Karena kalau memang masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah yang memang menuntut Pj diganti, minimal mereka harus bawa sedikitnya 10.000, 30.000 atau 50.000 orang. Ini masa cuma 30 orang mewakili suara seluruh masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah, kan lucu. Jangan-jangan mereka itu kakak beradik, atau berfamili-famili,” tukasnya.

Sekilas Kiyedi menyebut awalnya menduga kalau aksi demo tersebut untuk memperjuangkan nasib CPNS yang pernah tertipu dimasa Pemerintahan Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang.

“Saya sudah lihat, bahwa mereka itu akan menuntut ke Kemendagri, atas nama Daniel Lumban Tobing, Ametro Pandiangan (Keponakan Raja Bonaran Situmeang). Saya kemarin menduga mereka mau melaporkan atau mengembalikan, ada CPNS-CPNS yang tertipu kemarin, saya fikir untuk menyampaikan itu. Mana tahu mereka mau mengembalikan uang-uang CPNS yang kena tipu kemarin. Kalau itu mungkin cepat kita terima, untuk membantu masyarakat-masyarakat yang kena tipu,” ungkapnya.

Namun, untuk penolakan Pj Bupati Tapteng menurut Kiyedi, tidak beralasan. Pasalnya, Yetty Sembiring menjabat sebagai Pj Bupati Tapteng baru hitungan bulan, sehingga terlalu dini untuk mengevaluasi kinerjanya.

“Kita berfikir, mereka hanya membuat kegaduhan. Jadi tolong jangan menciptakan narasi, 30 orang mewakili seluruh masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah. Karena Pj pun baru beberapa bulan. Dasar mereka meminta untuk diganti, apa. Kita lihat dulu berjalannya roda pemerintahan ini. Baru kita evaluasi apa kekurangan dan kelebihan Pj tersebut,” ungkapnya.

Kiyedi menegaskan hingga kini, mereka (DPRD Tapteng) masih percaya Yetty Sembiring akan mampu memimpin Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Yang pastinya, kami akan mendukung Pj sepenuhnya. Jangan kita langsung menjustice kalau Pj itu tidak bagus. Itu kan mungkin rasa gelisah atau tidak suka nya kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, makanya menyampaikan seperti itu,” tegas Kiyedi.

Disinggung terkait 3 orang penanggungjawab aksi yang dilaporkan oleh Pj Bupati Tapteng sebelum demo digelar ke Polres Tapteng atas dugaan pencemaran nama baik melalui Media Sosial, Kiyedi mengaku mendukung langkah tersebut.

“Memang sudah tidak sesuai lagi, memang ada niatnya memburuk-burukkan Pj dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah. Jadi kami berharap kepada pihak Polres Tapteng, untuk mengusut siapa yang telah melakukan pencemaran nama baik tersebut. Jangan hal-hal seperti ini dibiarkan, sehingga orang menyampaikan sesuatu seenak perutnya saja, tanpa memikirkan perasaan orang lain,” pungkasnya.

Oleh karena itu, Kiyedi mengimbau masyarakat Tapanuli Tengah untuk tidak terhasut dengan isu-isu negatif yang dilontarkan oleh sekelompok orang yang diduga hanya untuk mengganggu kekondusifan di Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Kami mohon kepada masyarakat jangan cepat terhasut, karena tujuan dari sekelompok orang yang ingin merusak kekondusifan di Kabupaten Tapanuli Tengah yang kita cintai ini. Jadi masyarakat diminta tetap kondusif, tenang-tenang. Mana tahu ada masukan yang ingin disampaikan ke DPRD yang sifatnya membangun atau memajukan kabupaten tapanuli tengah, kami DPRD Tapanuli Tengah siap menerima,” imbuhnya. (red)