kantongberita.com, SIBOLGA | Hasrul Sikumbang (44), pasien penyakit paru dan jantung yang diduga diterlantarkan oleh pihak rumah sakit Metta Medika Sibolga akhirnya melapor ke Polres Sibolga, Minggu (7/6/2026) sekira pukul 18.30 WIB.
Laporan tersebut ditempuh oleh Hasrul setelah 24 jam tidak mendapatkan tindakan medis sesuai penyakit yang dideritanya.
Menurut Hasrul, dengan kondisi nafas sesak, dirinya nekat meninggalkan rumah sakit swasta tersebut dan mendatangi SPKT Polres Sibolga. Meski awalnya, pihak rumah sakit dan sekuriti rumah sakit berupaya menghadangnya agar tetap berada ditempat tidur.
“Berupaya mereka (tenaga medis) menahan saya. Saya bilang sudah 2 hari saya diterlantarkan di rumah sakit ini, tidak ada pelayanan. Saya mintanya mereka menghadirkan pihak managemen, untuk menjelaskan ini, tapi gak sanggup mereka. Makanya saya langsung keluar dan naik becak ke SPKT Polres Sibolga,” terang Hasrul sembari memperlihatkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor : LP/B/90/VI/2026/SPKT/POLRES SIBOLGA/POLDA SUMATERA UTARA
Pada STPL tersebut, tertulis pihak Rumah Sakit Metta Medika diduga telah melakukan Tindak pidana kejahatan tenaga kesehatan sesuai Undang-undang No.17 Tahun 2023 pasal 440 ayat 1, tentang kesehatan.
Sebulan pasca dilaporkan, Hasrulpun menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari Polres Sibolga, tepatnya Selasa (7/7/2026).
“Sudah ada SP2HPnya, memberitahukan kalau penyidiknya telah dihunjuk. Tadi saksi juga sudah diminta keterangan, istri saya dan teman saya yang mengetahui kejadian itu,” terang Hasrul usai dari Polres Sibokga, Selasa (7/7/2026).
Atas kejadian yang dialaminya, Hasrul berharap Dinas Kesehatan Sibolga segera menindak tegas pihak rumah sakit Metta Medika. Agar, tidak ada lagi pasien yang menjadi korban berikutnya.
“Kepada Dinas Kesehatan, tolon dievaluasi kinerja para medis serta manajemen yang saya nilai tidak profesional dalam penanganan pasien. Bila pelanggaran tersebut terbukti, saya minta agar Pemerintah menutup sementara rumah sakit swasta tersebut, supaya tidak menambah korban berikutnya,” ketusnya.
Hasrul juga berharap, kasus yang dilaporkannya segera diproses oleh pihak Polres Sibolga.
“Kepada Bapak Kapolres Sibolga agar memberikan keadilan terhadap dirinya dengan memeriksa pihak rumah sakit Metta Medika atas dugaan penelantaran pasien yang telah dilakukan terhadap saya. Karena ini menyangkut nyawa saya pak. Saya nilai mereka tidak profesional dalam menangani pasien,” pungkasnya. (red)




