banner 728x250

Geram Namanya Dicatut Untuk Pembuatan Kaos BADAR, Bupati Bakhtiar; Masyarakat jangan percaya dan jangan mau tertipu

Foto : Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani saat menggelar konvoi bersama para abang becak usai menyerahkan bantuan Rp1 milyar.

Kantong Berita, TAPTENG-Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani geram karena namanya dicatut oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Diketahui belakang marak isu di media sosial tentang adanya seseorang yang melakukan pengutipan, dengan dalih pembelian kaos atau baju bertuliskan BADAR, yang merupakan jargon pasangan Bakhtiar-Darwin pada saat mencalon Bupati dan Wakil Bupati Tapteng 5 tahun lalu.

Hal tersebut dibantah dengan tegas oleh Bakhtiar kepada sejumlah wartawan usai acara penyerahan SK CPNS dan SK PPPK Pemkab Tapanuli Tengah Tahun 2021 di Gedung Serbaguna Pandan, Rabu (27/4/2022).

“Hari ini saya mendapat laporan, ada orang yang mengutip-ngutip uang dengan menjual nama saya. Uang yang dikutip itu katanya untuk biaya kaus BADAR. Melalui kesempatan ini saya tegaskan, saya tidak pernah menyuruh orang-orang untuk melakukan hal itu. Itu sudah jelas untuk kepentingan pribadinya, karena pemilihan Bupati saja baru tahun 2024. Jadi masyarakat jangan percaya dan jangan mau tertipu,” imbuhnya.

Menurutnya, bila nanti dia dan pasangannya Darwin berkeinginan kembali maju menjadi calon Bupati dan Wakil Bupati Tapteng, tidak perlu memakai uang orang lain, apalagi dengan cara menyusahkan, cukup dengan uang mereka saja, Bakhtiar-Darwin (BADAR).

“Ini sudah berkelebihan namanya menjual-jual nama kami untuk kepentingan pribadinya. Nanti kalau dilaporkan ke Polisi dan ditangkap, dibilang kami kejam kali. Untuk itu, kami tegaskan kepada masyarakat, agar jangan percaya dan jangan mau tertipu dengan gaya-gaya tersebut. Sekali lagi kami pastikan, kami tidak pernah menyuruh orang untuk mengutip uang untuk pembuatan kaus BADAR,” tegas Bupati dengan nada geram.

Bakhtiar pun mengaku pernah didatangi orang, menemuinya ke rumah dinas dan ke kantor Bupati. Kemudian, orang tersebut mengajaknya berfoto bersama.

Sebagai seorang Kepala Daerah, wajar jika dia melayaninya. Tetapi justru momen tersebut digunakan untuk mengutip uang kepada orang-orang dengan cara memanfaatkan foto tersebut.

“Itu sudah keterlaluan namanya. Saya sumpahkan, saya tidak ada menyuruh itu. Jadi jangan kebaikan orang disalahgunakan,” timpalnya dengan wajah kesal.

Selain itu, mantan Ketua DPRD Tapteng ini juga mengisahkan hal yang sama, dimana pernah ada oknum Kepala Dinas ketahuan meminta uang dengan dalih bisa memasukan honor ke Pemkab Tapteng, diapun langsung mencopot jabatan kadis tersebut.

“Jabatan saya sebagai Bupati, sebentar lagi, sudah mau habis. Jadi jangan tinggalkan kenangan pahit kepada masyarakat Tapteng. Sudah cukup lah di masa kepemimpinan yang lalu-lalu mereka meninggalkan kesan yang tidak baik. Di masa saya, itu tidak bisa terjadi, karena kami sayang dan cinta dengan masyarakat Tapanuli Tengah ini,” pungkasnya.

Hal tersebut juga disampaikan Bupati kepada para CPNS dan PPPK yang baru menerima SK.

Yang menegaskan, jangan sampai ada yang meminta uang satu rupiah pun kepada para CPNS dan PPPK dengan dalih uang SK dan uang sebagainya.

Jika ada yang berani mengutip akan berurusan dengan dirinya.

“Sudah saya berikan tadi nomor telepon saya kepada para CPNS dan PPPK. Jika ada yang meminta uang kepada mereka untuk pengurusan SK dan lain sebagainya, supaya langsung dilaporkan ke saya, dan saya akan laporkan langsung ke Polisi, biar ditangkap orangnya,” ungkapnya.

“Sekali lagi saya tegaskan, yang menjual-jual nama saya untuk kaus BADAR, itu adalah bohong. Itu sudah jelas untuk kepentingan mereka, karena pemilihan Bupati Tapanuli Tengah baru tahun 2024. Masyarakat jangan percaya dan jangan mau tertipu,” ungkapnya. (red)