kantongberita.com, SIBOLGA | Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengaku kecewa dengan lambatnya penanganan bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Kepada wartawan, Bobby mengungkapkan sikap Bupati Tapteng Masinton Pasaribu yang dinilai menghalangi percepatan penanganan bencana. Salah satunya terkait rencana pembelian lahan untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap) yang diusulkan Pemprovsu, tidak disetujui Bupati Masinton.
“Kita mau membangun Huntap, tanah mau kita beli, perkara kecil aja Bupatinya gak mau,” kata Bobby.
Ia juga menyinggung soal izin pengerukan sungai yang diajukan pihak swasta untuk membantu percepatan pemulihan pascabencana, tidak ditandatangani oleh Masinton.
“Ada swasta yang kita suruh minta izin dari Mendagri untuk membantu pengerukan sungai dari swasta, gak diteken-teken izinnya sama Bupati,” pungkasnya.
Mesko demikian, Bobby berharap, percepatan penanganan bencana Tapteng tidak dikaitkan dengan politik.
“Tolong ya, jangan nanti dibilang politisi, apa segala macam, karena beda partai, tolong,” tukasnya.
Menurutnya, bencana banjir bandang dan longsor 25 November 2025 lalu tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga melumpuhkan ekonomi warga.
“Masyarakat yang di sana yang kena bencana. Bukan hanya korban nyawa, tapi ekonominya. Kalaupun ada yang selamat jiwanya, kalau ini terus terjadi ekonominya akan lumpuh,” ujar Bobby.
Menantu Presiden RI ke-7 Joko Widodo itu kemudian mendesak Bupati Masinton segera melakukan percepatan penanganan bencana.
“Tapi tolong percepatannya. Makanya kemarin saya, beberapa bulan lalu, saya tegur kecamatannya ya, seperti seperti ini, tanggulnya butuh percepatan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemkab Tapanuli Tengah terkait pernyataan Gubernur Bobby Nasution. (red)




