kantongberita.com, TAPTENG | Video kedatangan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat (4/9/2026) mendadak viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, terdengar teriakan warga yang meminta Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu diganti.
Wapres Gibran tiba di Barus untuk meninjau SMAN 1 Barus serta penanganan pascabencana banjir bandang dan longsor yang terjadi 25 November 2025 lalu.
Namun suasana kunjungan berubah ketika sejumlah warga korban bencana menyuarakan aspirasi langsung di hadapan rombongan.
Berdasarkan video berdurasi kurang dari 1 menit, tampak Wapres Gibran berada di lokasi peninjauan yakni SMAN 1 Barus. Di tengah kerumunan, suara warga terdengar lantang meneriakkan kekecewaan terhadap kinerja Pemkab Tapteng, khususnya terkait penyaluran bantuan.
Puncaknya, beberapa warga terdengar berteriak “Jadup” dan diikuti dengan “Ganti Bupati” di sela-sela kegiatan.
Teriakan itu muncul sebagai luapan kekecewaan warga yang mengaku sudah hampir 10 bulan pascabencana namun bantuan Jadup, dana stimulan rumah rusak, dan kepastian data penerima belum jelas.
Warga menyebut, hingga awal September 2026 sebagian korban belum menerima bantuan yang dijanjikan. Target pencairan yang sebelumnya disebut Pemkab Tapteng pada Juli 2026 juga belum terealisasi sepenuhnya.
Sebagian warga juga mengeluhkan masih harus membangun hunian sementara secara mandiri dengan biaya pribadi karena bantuan belum cair.
Momen teriakan warga di depan Wapres ini dinilai mencerminkan besarnya kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah daerah.
Bagi warga, kedatangan orang nomor dua di Indonesia menjadi kesempatan langka untuk menyampaikan keluhan yang selama ini merasa tidak didengar di tingkat daerah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemkab Tapanuli Tengah maupun Bupati Masinton Pasaribu terkait video dan teriakan warga tersebut.
Pihak Istana Wapres juga belum memberikan komentar khusus mengenai insiden tersebut. Fokus kunjungan Wapres hari ini disebut untuk memastikan percepatan pemulihan dan penyaluran bantuan kepada korban bencana di Tapteng.
Video tersebut kini telah diunggah dan dikomentari ribuan warganet. Banyak yang mendesak pemerintah pusat dan daerah segera turun tangan menyelesaikan persoalan data dan penyaluran bantuan agar tidak menimbulkan gejolak lebih besar. (red)




