Mau ke Pulau Nias, Harus Punya Suket Hasil Swab

Kantong Berita, SIBOLGA – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kepulauan Nias, Sumatera Utara (Sumut), telah menerapkan pengawasan ketat di pintu masuk Pulau Nias dengan meminta setiap orang yang akan memasuki pulau tersebut untuk menunjukkan surat keterangan hasil Swab Covid-19.

Penerapan ini mengakibatkan beberapa pedagang gagal berangkat dari Pelabuhan Sibolga menuju Pulau Nias pada Senin (22/9) karena tidak memiliki surat keterangan hasil Swab yang menyatakan negatif Covid-19.

Langkah ini sesuai dengan surat dari Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi tertanggal 17 September 2020, yang menegaskan pentingnya pengetatan protokol kesehatan untuk penumpang tujuan Gunung Sitoli.

Surat tersebut ditujukan kepada berbagai pihak terkait di antaranya otoritas bandara, kesehatan pelabuhan, dan pihak terkait lainnya.

Kebijakan ini diambil setelah kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan pemerintah setempat di Pulau Nias untuk mengoptimalkan penanganan Covid-19.

Gubsu juga mengeluarkan surat yang memerintahkan penerapan protokol kesehatan, termasuk kewajiban Swab Covid-19 bagi penumpang tujuan Kepulauan Nias selama 14 hari.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya kasus Covid-19 di Pulau Nias.

Beberapa pedagang yang gagal berangkat ke Pulau Nias merasa terbebani dengan kebijakan ini, terutama karena biaya Swab yang tinggi mencapai Rp2.000.000.

Mereka berharap agar pemerintah dapat memberikan solusi yang mempertimbangkan kebutuhan ekonomi mereka, seperti memberlakukan rapid test sebagai alternatif yang lebih terjangkau.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sibolga, Augustia Waruwu, membenarkan bahwa penumpang menuju Nias harus memiliki surat keterangan hasil Swab, sementara orang yang kembali dari Gunung Sitoli ke Sibolga hanya perlu menunjukkan surat keterangan hasil rapid test.

Koordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) wilayah Sibolga, Edison Gultom, juga mengonfirmasi bahwa penumpang dari Gunung Sitoli masih hanya perlu menunjukkan surat keterangan hasil rapid test.