Pengerjaan Optimalisasi Pasar Sibolga Nauli Bernilai Rp5,8 Milyar Diperpanjang, Pranoto: Persetujuan Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR

Foto : Pekerja masih terlihat bekerja di bagian belakang gedung pasar Sibolga Nauli, Kamis (19/10/2023).

Kantong Berita, SIBOLGA-Pembangunan optimalisasi Pasar Sibolga Nauli hingga kini masih terus berjalan meski batas waktu pengerjaan telah berakhir 5 Oktober 2023.

Pranoto Sembiring, pelaksana pekerjaan dari CV 29 BL menyebutkan, alasan pihaknya masih mengerjakan proyek tersebut diluar batas waktu yang ditetapkan, karena perpanjangan waktu yang mereka ajukan kepada Direktorat Jendral (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, telah disetujui.

Adapun perpanjangan waktu yang diberikan menurut Pranoto, hanya 30 hari atau hingga 5 November 2023.

“Sudah bang (diberikan perpanjangan oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR) sampai 5 November bang,” kata Pranoto yang dikonfirmasi lewat layanan WhatsApp, Kamis (19/101/2023).

Namun dia menyebut kalau pekerjaan yang mereka kerjakan saat ini merupakan finishing atau penyelesaian/penyempurnaan pekerjaan.

“Tinggal finishing aja bg,” ungkap Pranoto.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan yang diperoleh dari pihak Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR.

Amatan di lokasi proyek, sejumlah pekerja masih terlihat bekerja, salahsatunya di bagian belakang gedung pasar, sedang mengerjakan paving block.

Sebelumnya, ditemukan adanya kejanggalan pada pengerjaan proyek optimalisasi Pasar Sibolga Nauli tersebut. Dimana, ditemukan penggunaan pondasi lama pada sebagian bangunan oleh Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP).

“Ada kita temukan pemakaian pondasi lama. Kita curiga, kenapa mereka (tekanan) tidak membuat pondasi baru,” kata wakil Ketua Bara JP Sibolga, Hotma Purba dalam keterangan persnya, Senin (18/9/2023).

Berdasarkan temuan tersebut, Bara JP mencurigai hal yang sama juga terjadi pada item lain pekerjaan bernilai Rp5,8 milyar tersebut.

“Kita akan pantau terus pengerjaannya, karena kita curiga, bukan cuma ini saja. Bisa saja, masih ada yang lainnya di dalam pekerjaan itu,” ungkapnya.

Hotmapun meminta pihak Direktorat Jendral (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melakukan pemeriksaan dan evaluasi pekerjaan rekanan dari CV 29 BL.

“Jangan sampai negara dirugikan dalam pekerjaan ini. Sebagai masyarakat kita berhak untuk mengawasi uang Negara,” ketua Hotma.

Terpisah, Herman yang merupakan konsultan pengawas pekerjaan dari CV Gamma 91 membenarkan adanya penggunaan pondasi lama pada satu titik pekerjaan pada pagar Pasar.

Namun menurutnya, itu sengaja dilakukan untuk meluruskan posisi pagar yang sebelumnya miring. Dia mengakui, dengan adanya pemakaian pondasi lama, maka akan ada anggaran yang berlebih atau tidak terpakai. Oleh karena itu, pihaknya telah melaporkan hal tersebut ke pihak PU-PR untuk dilakukan Change Contrac Order (CCO) atau pengalihan anggaran ke item lain.

“Kebetulan, pagar ini kan miring, jadi kita luruskan. Makanya ada satu titik yang memakai pondasi lama. Tapi itupun sudah kita ajukan untuk di CCO,” terang Herman.

Rencananya kata dia, anggaran pondasi lama tersebut akan dialokasikan untuk perbaikan jelusi pentilasi gedung pasar yang rusak.

“Nanti dihitung berapa nilainya, kemudian rencananya akan dialihkan ke perbaikan jelusi pentilasi. Yang sebelumnya terbuat dari aluminium, nanti kita ganti jadi besi galvanis. Jadi, gak mungkin dicuri lagi,” terang Herman.

Tak hanya itu, rekanan juga kata Herman telah mengajukan CCO untuk penambahan waktu kerja. Hal itu disebabkan molornya waktu pengerjaan awal sekitar 1,5 bulan pada saat pemindahan pedagang.

Sesuai kontrak kerja, proyek tersebut ditenggat harus selesai 5 Oktober 2023. Namun karena hilangnya waktu pengerjaan saat pemindahan pedagang, sehingga proyek tersebut diprediksi tidak dapat selesai sesuai kontrak kerja.

“Pada saat pemindahan pedagang, 1,5 bulan waktu kerja kita hilang. Jadi, kita sudah ajukan CCO nya, sekitar 20 hari untuk penambahan waktu,” pungkasnya.

Untuk kedua CCO tersebut kata Herman lanjut menjelaskan, belum ada kepastian. Karena, masih dibahas oleh pihak Direktorat Jendral (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan rekanan.

“Masih dibahas, belum tahu berapa besaran anggaran pondasi lama yang mau dialihkan. Soal penambahan waktu juga belum ada ditetapkan,” kata Herman.

Senada juga dikatakan oleh Pranoto Sembiring, pelaksana pekerjaan dari CV. 29 BL, yang ditemui dilokasi proyek, Kamis (21/9/2023), yang menyebut kalau CCO pemakaian pondasi lama pada pagar pasar telah disetujui oleh Direktorat Jendral (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Namun Pranoto menyebut kalau pondasi lama yang digunakan ada 8 titik dari sebelumnya 6 titik yang diprediksi.

Sementara, untuk penambahan waktu kerja kata Pranoto masih dalam tahap nego antara pihaknya dengan Direktorat Jendral (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Masih proses negolah ini bg. Kalau surat kami sudah masuk untuk adendum waktu sekitar 20 hari. Tapi mereka bilang, ini kan belum mati anggaran, mati anggaran 15 Desember, lebih bagus ajukan 30 hari, daripada gak siap juga nanti,” kata Pranoto.

Terkait sanksi denda terhadap penambahan waktu tersebut, Pranoto mengaku tidak ada denda. Karena menurutnya, saat pelaksanaan perpanjangan waktu anggaran negara belum berakhir.

“Karena ini belum mati anggaran, masih bisa kami nggak kena denda. Kecuali sudah mati anggaran, baru kena denda,” pungkasnya. (red)