Peringatan Hari Pahlawan di Tapteng Diisi dengan Ziarah ke Makam Dr. Ferdinand Lumban Tobing

  • Bagikan
Foto : Wakil Bupati Tapteng Darwin Sitompul menjadi Irup upacara peringatan Hari Pahlawan.

Kantong Berita, TAPTENG-Upacara Peringatan Hari Pahlawan digelar lapangan Sepakbola Pandan, Rabu (10/11/2021).

Wakil Bupati Tapteng, Darwin Sitompul sebagai Inspektur Upacara (Irup) dan Kapten Lek Andi Fauzy sebagai Komandan Upacara.

Dalam amanat Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia Tri Rismaharini, yang dibacakan oleh Irup dijelaskan bahwa Rakyat Indonesia harus selalu menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan, cinta tanah air dan pantang menyerah.

Karena sejarah masa lalu menjadi pelajaran berharga. Pengorbanan para Pahlawan yang berjuang, seperti pertempuran 10 November 1945 di Surabaya yang diperingati sebagai Hari Pahlawan harus menjadi contoh. Dengan satu tekad, gigih berjuang dan pantang menyerah, tanpa mengenal perbedaan apapun, serta tidak pernah peduli akan keterbatasan atau halangan.

“Kita harus terus menggelorakan semangat gotong royong serta persatuan dan kesatuan Indonesia. Perbedaan justru semakin memperkaya dan memperkuat kita, Bangsa Indonesia. Seraya mengembangkan toleransi terhadap perbedaan yang ada, dengan berdasar seloka Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda namun tetap satu jua,” kata Menteri Sosial yang dibacakan Wakil Bupati.

Mensos berpesan agar rakyat Indonesia harus lebih maju dari tahun sebelumnya. Buktikan pada dunia, dengan kebersamaan akan mewujudkan cita-cita para Pahlawan.

Baca Juga :   Polisi Sterilkan Bandara FL. Tobing dari Bahan Peledak

Semangat, tekad, dan keyakinan
pahlawan, harusnya dapat menginspirasi dan menggerakkan semua untuk mengemban misi bersejarah, mengalahkan musuh bersama yang sesungguhnya.

Diantaranya, kemiskinan dan kebodohan dalam arti yang luas, yang sejalan dengan tema Hari Pahlawan tahun ini, Pahlawanku Inspirasiku.

“Kita mempunyai potensi besar dalam
memenangkan perang melawan kemiskinan dan kebodohan. Karena Indonesia mempunyai sumberdaya alam yang melimpah dan letak geografis yang strategis. Tantangan terbesar yang dihadapi yakni dibutuhkannya kerja keras secara berkelanjutan dengan didukung inovasi dan daya kreativitas yang tinggi serta semangat kewirausahaan yang pantang menyerah,” ungkapnya.

Dalam 20 tahun mendatang (2020–2040), Indonesia akan memasuki bonus demografi, yaitu periode dimana angka dependency ratio mencapai angka minimal.

Dalam periode ini, akan terdapat lebih banyak tenaga kerja produktif yang bermanfaat untuk memenangkan perang melawan kemiskinan dan kebodohan.

Namun di sisi lain, juga terdapat kecenderungan, berkurangnya lapangan pekerjaan yang harus diantisipasi dengan cerdas dan seksama.

Baca Juga :   Seleksi PPPK di Tapanuli Tengah, Bakhtiar; Jangan percaya dengan calo

Kenyataan ini, harus dihadapi dengan semangat wirausaha yang sesungguhnya.

Melalui peringatan Hari Pahlawan ini Mensos juga mengajak untuk bersama-sama bahu membahu dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggungjawab serta penghormatan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan.

Memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara sesuai kemampuan dan profesi masing-masing.

“Kobarkan semangat, tekad, dan
keyakinan para pahlawan. Jadikanlah pahlawan sebagai inspirasi di setiap langkah kehidupan,” pungkasnya.

Hadir pada upacara tersebut, Forkopimda Tapteng didampingi istri. Anggota DPRD Tapteng, Sekdakab Tapteng, Staf Ahli, Asisten dan Pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Tapteng.

Kemudian, para Veteran, Tokoh Agama, barisan TNI dan Polri, barisan ASN serta Siswa siswi SMAN 1 Matauli Pandan.

Selanjutnya, Wakil Bupati Tapteng, Forkopimda dan rombongan melanjutkan ziarah ke Makam Pahlawan Nasional, Dr. Ferdinand Lumban Tobing di Kecamatan Kolang, Tapteng.

Diketahui, Dr. Ferdinand Lumban Tobing merupakan pahlawan nasional asal Tapanuli Tengah. Dan namanya diabadikan menjadi nama Rumah Sakit Umum Daerah milik Pemko Sibolga dan nama Bandara di Kabupaten Tapanuli Tengah. (red)

  • Bagikan