SBSI Demo Hotel WI; Hapuskan sistem perbudakan, kita harus memanusiakan manusia

Foto : Para buruh saat menggelar aksi demo di depan Hotel WI Sibolga.

Kantong Berita, SIBOLGA-Hari ini, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) menyelenggarakan demonstrasi di Hotel Wisata Indah (WI) Sibolga pada Senin (31/1/2022).

Para pekerja tersebut membawa selebaran yang berisi tuntutan kepada manajemen perusahaan. Mereka kemudian menyuarakan aspirasi mereka menggunakan pengeras suara.

Douglas, yang menjadi juru bicara aksi tersebut, menyerukan agar manajemen perusahaan segera membayar pesangon untuk dua karyawan yang di-PHK.

“Demi pesangon buruh, atas nama Pendi Simamora dan Kurniadi. Kami menyerukan agar hak-hak rekan kami segera diberikan,” kata Douglas dalam orasinya.

Selain itu, para pekerja juga menuntut penghapusan praktik upah rendah di Hotel WI.

“Kami menolak upah rendah. Meskipun Upah Minimum Kota (UMK) Sibolga adalah Rp3.006.000, masih ada yang hanya digaji Rp1.000.000,” ungkapnya.

Tuntutan lainnya adalah untuk mengakhiri sistem yang dianggap sebagai perbudakan di Hotel WI.

“Kami menuntut penghapusan sistem perbudakan. Setiap individu harus diperlakukan dengan martabat manusia,” kata Douglas.

Terakhir, mereka menekankan agar pengusaha Hotel membayar kekurangan upah bagi mantan karyawan yang di-PHK. Mereka menegaskan bahwa selama ini, Hotel WI membayar karyawan di bawah standar UMK Sibolga.

“Kami menuntut agar kekurangan upah bagi mantan karyawan yang di-PHK dibayarkan. Jangan biarkan kami mengalami penderitaan akibat keringat yang kami curahkan saat bekerja untuk Anda,” tegasnya.

Saat berita ini ditulis, para pekerja masih terus melakukan aksinya, sementara manajemen Hotel belum memberikan tanggapan atas kehadiran para pendemo tersebut.

Perwakilan dari Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan (KUKMK) Sibolga juga turut hadir. (ts)