Tak Ada Gugatan, Jamal-Pantas Melenggang Menuju Kursi Nauli 1

Kantong Berita, SIBOLGA – Pasangan Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumban Tobing telah dipastikan sebagai pemenang dalam pemilihan kepala daerah di Kota Sibolga, yaitu kursi Nauli 1 dan 2.

Meskipun demikian, 2 pasangan pesaingnya dalam Pilkada sebelumnya dilaporkan tidak mengajukan gugatan terhadap hasil pemilihan tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sibolga memberikan waktu 3×24 jam kepada semua pasangan peserta Pilkada Sibolga 2020, terutama pasangan yang kalah, untuk mengajukan keluhan ke MK jika mereka merasa tidak puas dengan hasil pemilihan.

Namun, hingga batas waktu yang diberikan, tidak satu pun pasangan peserta Pilkada Sibolga mengajukan keluhan ke MK.

Jamal-Pantas mengucapkan terima kasih kepada kedua rival mereka, Bahdinnur Tanjung-Edi Polo Sitanggang (ABADI) dan Ahmad Sulhan Sitompul-Edward Siahaan (ASSED), karena mereka menunjukkan kematangan dan kedewasaan politik dengan menerima hasil Pilkada dan berkomitmen untuk bersama-sama membangun Kota Sibolga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Paslon ABADI dan ASSED. Kami telah berkomunikasi dengan baik dengan kedua Paslon ini, yang dengan lapang dada menerima hasil Pilkada dan bersedia bersatu dalam membangun Kota Sibolga,” kata Jamaluddin Pohan, Calon Wali Kota Sibolga terpilih, dalam konferensi pers bersama Pantas Maruba Lumban Tobing, Calon Wakil Wali Kota Sibolga terpilih, serta para pemimpin kampanye mereka di Markas Pemenangan Pasangan JP di Jalan Suprapto Sibolga, Sabtu (19/12) malam.

Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Sibolga, khususnya kepada para pemilih Pasangan JP.

Karena menurut KPU Sibolga, Pasangan JP telah ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Sibolga 2020 dengan perolehan suara sebesar 54 persen, yang jauh mengungguli Paslon ABADI dan ASSED.

“Terkhusus, kami ingin berterima kasih kepada semua relawan JP, baik di tingkat Kota, Kecamatan, Kelurahan, Lingkungan, maupun di tim Sosial Media (Sosmed) JP. Mereka telah bekerja keras selama sekitar 3 bulan, baik siang maupun malam, untuk memenangkan JP,” kata Jamal.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada semua partai politik (Parpol) yang mendukung Pasangan JP, termasuk Gerindra, Demokrat, Perindo, PKS, dan NasDem, terutama kepada Ketua Umum NasDem Surya Paloh dan Ketua DPW NasDem Sumatera Utara Iskandar, karena mereka telah memilih JP sebagai Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga tanpa menuntut imbalan dalam Pilkada Sibolga 2020.

“Kami juga ingin berterima kasih secara khusus kepada Ketua Dewan Penasehat Tim Kampanye dan Tim Pemenangan Pasangan JP, Bakhtiar Ahmad Sibarani, yang juga Ketua DPD NasDem Tapanuli Tengah, yang telah memberikan dukungan penuh kepada Pasangan JP dalam Pilkada Sibolga,” tambahnya.

Dengan penetapan pemenang Pilkada Sibolga, Jamal mengajak seluruh masyarakat Sibolga untuk bekerja sama dalam membangun kota ke depan.

“Kami sekarang menunggu pelantikan kecuali ada gugatan dari Paslon lain,” tandasnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Ketua Dewan Penasehat Tim Kampanye dan Tim Pemenangan Pasangan JP, Bakhtiar Ahmad Sibarani. Bakhtiar juga mengungkapkan rasa bangganya karena tidak ada Paslon lain yang mengajukan gugatan ke MK dalam waktu yang ditentukan.

“Pada kesempatan ini, saya ingin meminta maaf kepada seluruh masyarakat dan memohon ampun kepada Allah SWT karena sebelum Pilkada 9 Desember 2020, saya terlibat dalam memanas-manasi situasi politik dengan memanuver ke kubu lawan. Saya memohon ampun kepada Allah dan meminta maaf kepada masyarakat. Perbedaan dukungan politik adalah hal yang wajar. Kami berharap agar kita semua dapat menjaga persatuan dan kesatuan Kota Sibolga. Menghentikan pertikaian politik jauh lebih penting bagi kami. Kami akan mendekatkan diri kepada masyarakat dan tidak akan melupakan jasa mereka,” ujar Bakhtiar.

Dia juga meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kota Sibolga, baik yang berada di Tapteng maupun yang berada di luar kota, agar Sibolga dan Tapteng dapat dibangun bersama.

Setelah pelantikan Jamal-Pantas, Bakhtiar menyatakan bahwa mereka akan berdiskusi tentang sinergi pembangunan antara Kota Sibolga dan Tapteng, karena menurutnya, tanpa Tapteng, Sibolga

akan terganggu, begitu juga sebaliknya.

“Kami akan melaksanakan sinergi pembangunan Sibolga dan Tapteng dengan cara yang terukur,” tambahnya.

Ketua KPU Sibolga, Khalid Walid, mengkonfirmasi bahwa sejak rekapitulasi hasil perhitungan suara selesai dilakukan oleh KPU Sibolga pada Kamis 17 Desember 2020, pihaknya belum menerima informasi tentang gugatan terkait Pilkada Sibolga 2020 dari Paslon peserta Pilkada Sibolga 2020 yang kalah.

Namun, Khalid menjelaskan bahwa KPU Sibolga masih menunggu pengumuman resmi tentang registrasi perkara permohonan hasil pemilihan dari MK, yang nantinya akan disampaikan ke KPU Sibolga melalui KPU RI.

“Kami masih menunggu hasilnya karena batas waktu pengajuan gugatan Pilkada ke MK berakhir pada Minggu 20 Desember 2020 sekitar pukul 11.36 WIB, setelah rekapitulasi hasil perhitungan suara Pilkada 9 Desember Sibolga 2020 ditetapkan pada Kamis 17 Desember 2020 sekitar pukul 11.36 WIB. Jadi, sejak hasil rekapitulasi perhitungan suara ditetapkan, pasangan diberi waktu 3×24 jam untuk mengajukan gugatan ke MK. Masa itu baru akan berakhir pada Minggu 20 Desember 2020 sekitar pukul 11.36 WIB,” tambah Khalid.