kantongberita.com, TAPTENG | Peristiwa truk logging milik PT. Mujur Timber melewati jalan Rampah-Poriaha yang masih dalam kondisi darurat menjadi perdebatan di tengah masyarakat, yang mempertanyakan keberadaan petugas Sat Lantas mengatur lalu lintas di jalur tersebut.
Wartawan kemudian mencoba mempertanyakan hal itu kepada Kapolres Tapteng AKBP Wahyu Endrajaya melalui Kasat Lantas AKP Dela Antomi.
Awalnya, Dela Antomi menjelaskan bahwa hanya kendaraan roda 4 atau yang lebih kecil, yang dapat melintas dari jalur Rampah-Poriaha. Sementara, untuk kendaraan Roda 6 atau yang lebih besar, disarankan untuk melintasi jalur lain, seperti Barus-Pakkat.
“Untuk R6 (kendaraan roda 6) ke atas kita sarankan melalui jalan alternatif Pakat,” kata Kasat Lantas menjawab pertanyaan wartawan terkait aturan melintasi jalan Rampah-Poriaha pasca bencana saat ini, Selasa (23/12/2025).
Karena menurutnya, jalur Rampah-Poriaha masih labil dalam belum sepenuhnya aman untuk dilewati kendaraan.
“Karena kondisi Jalur Rampah sampai Taput masih labil,” ungkapnya.
Diapun kemudian mengimbau para pengendara agar melintasi jalur Barus-Pakkat dan Sibabangun-Tapanuli Selatan, bila hendak bepergian menuju Tapanuli Utara hingga Medan.
“Demi keselamatan dan kelancaran masyarakat kami sarankan R6 ke atas lewat jalur Pakat atau jalur Tapsel melalui Sibabangun,” ungkapnya.
Terkait upaya Sat Lantas Polres Tapteng untuk memastikan tidak ada kendaraan roda 6 atau yang lebih besar lagi melintas dari jalur Rampah-Poriaha, Kasat Lantas mengatakan kalau pihaknya telah mensosialisasikannya lewat media sosial, dengan menancapkan plank himbauan di simpang jalan Rampah-Poriaha.
“Sudah kita sher ke Medsos,” kata Dela Antomi sembari mengirim foto saat mereka memasang plank himbauan bertuliskan, harap berhati-hati, jalan menuju Rampah masih dalam perbaikan. Untuk sementara yang bisa melintas hanya R-2 (kendaraan roda 2) dan R-4 (kendaraan roda 4).
Namun saat diminta tanggapan terkait lolosnya truk logging milik PT. Mujur Timber lewat dari jalan Rampah-Poriaha pada Senin (22/12/2025) sore kemarin, perwira ini hanya memastikan kalau pihaknya telah menyampaikan himbauan baik lewat media sosial dan pemasangan plank di jalan Rampah-Poriaha.
“Yg jelas sudah kita Himbauan untuk keselamatan pengemudinya,” tulisnya lewat pesan singkat WhatsApp.
Saat ditanya apakah pihaknya tidak menugaskan personil untuk berjaga di jalur darurat tersebut, untuk memperketat pengawasan terhadap kendaraan berat yang dapat memutus kembali jalur Rampah-Poriaha, Dela Antomi tidak lagi membalas pertanyaan wartawan.
Diberitakan sebelumnya, meski sudah bisa dilalui kendaraan, namun jalan Rampah-Poriaha masih belum sepenuhnya aman untuk dilalui. Apalagi, bagi kendaraan berbobot besar dan bermuatan berat.
Sore tadi, sekira pukul 16.30 WIB sejumlah truk pengangkut kayu atau biasa disebut oleh warga sekitar sebagai truk logging nekat melewati jalur Rampah-Poriaha.
Meski sebelumnya, telah ada himbauan dari pihak perusahaan yang mengerjakan pembukaan jalan longsor sepanjang Rampah-Poriaha, kalau saat ini hanya mobil mini bus atau sejenisnya atau yang berbobot kecil saja yang diperbolehkan melintas.
Mengingat, kondisi kerusakan jalan yang cukup parah. Bahkan, di beberapa titik, pihak pekerja terpaksa membuka jalur baru, lantaran badan jalan yang lama telah amblas dan tidak dapat lagi di lalui. Kondisi itu membuat kendaraan yang mau melintas harus rela mengantri, mendahulukan kendaraan yang lewat awal tiba dari arah berlawanan.
Dari sebuah kiriman video yang di peroleh wartawan diketahui kalau truk-truk logging tersebut merupakan milik PT. Mujur Timber, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perkayuan yang beralamat di Desa Tapian Nauli I, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Menurut para pengendara lain, sebagai warga negara yang punya hak melintas dari setiap jalan yang dibangun oleh Pemerintah, mereka minta agar selama kondisi jalan Rampah-Poriaha masih darurat, truk logging milik PT. Mujur Timber tidak melintas dari jalur tersebut.
Karena, selain pengendara, warga sekitarpun khawatir kalau truk-truk berbeban berat tersebut dipaksa melintas, akan membuat jalur yang baru dibuka, amblas kembali. Yang akhirnya, akan memutus kembali akses dari Sibolga menuju Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara.
“Bukan gak dibolehkan lewat. Tapi, kalau kali ini jangan dulu. Karena kondisi jalannyapun darurat. Takutnya, putus lagi, gak bisa lewat lagi. Karena jalur yang dibuka, darurat, hanya boleh kendaraan kecil atau yang bermuatan ringan aja. Kalau untuk saat ini, jangan dululah truk lewat dari jalan Rampah-Poriaha,” kata salah seorang pengendara bermarga Marbun, Senin (22/12/2025).
Warga dan pengendara berharap petugas TNI maupun Polisi yang ada di lokasi perbaikan jalan Rampah-Poriaha, tidak memperbolehkan truk-truk tersebut melintas, dan mengarahkannya untuk putar kepala melewati jalur lain.
“Harusnya gak dibiarkan lewat, suruh aja putar kepala. Lewat jalur lain aja. Ini demi kenyamanan bersama,” tukas Marbun.
Dari informasi yang diperoleh, belasan truk milik PT. Mujur Timber tersebut sedang mengangkut triplek, yang akan dibawa ke luar Kota.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan dari pihak TNI maupun Polres Tapteng terkait larangan melintas bagi truk bermuatan berat dari jalan Rampah-Poriaha. (red)





