kantongberita.com, TAPTENG | Warga Barus kembali mengepung kantor Camat Barus, menuntut agar Mustafa Husni Tanjung segera diaktifkan kembali sebagai Kepala Desa Ujung Batu.
Menurut H. Situmeang, salah seorang warga, tuduhan yang menyebut Mustafa Husni tidak aktif selama masa tanggap darurat bencana alam, sesuai yang tertera pada surat pemberhentian yang ditandatangani oleh Bupati Tapteng Masinton Pasaribu dengan nomor : 2673/DPMD/2025 tertanggal 30 Desember 2026, tidak benar.
Justru menurutnya, mereka wqrga Ujung Batu membela Mustafa Husni dari tudingan Pemkab Tapteng tersebut. Sebab, Mustafa Husni selalu memperhatikan warga sejak hari pertama tanggap darurat bencana ditetapkan.
“Jangan fitnah kepala desa kami tidak tanggap. Kami yang tahu bagaimana kinerjanya. Dia 24 jam bersama kami pasca bencana,” kata H. Situmeang.
Bahkan kata H. Situmeang sekilas bercerita, Mustafa Husni pada saat bencana terjadi, rela mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan warga yang tersapu banjir.
Padahal, rumah Mustafa Husni sendiri saat itu juga menjadi korban luapan Sungai Aek Sirahar.
“Dia rela mempertaruhkan nyawa demi keselamatan warga, termasuk berenang di tengah banjir untuk menyelamatkan anak-anak, meski rumah pribadinya sendiri ikut diterjang bencana,” ungkapnya.
Ironisnya, Bupati Masinton malah mempertahankan Sanggam Panggabean sebagai Camat Barus, yang menurut mereka selama pasca bencana melanda tidak pernah berkunjung, melihat kondisi warga Ujung Batu yang terkena bencana.
“Yang tidak tanggap justru pemerintahan Kecamatan Barus. Saat kami susah, rumah kami hanyut, satu roti pun tidak pernah diberikan. Pak camat malah duduk ngopi di desa sebelah,” tukasnya.
Tak hanya kepada Bupati Tapteng, warga juga memohon kepada Gubernur Sumatera Utara, serta Presiden RI agar meninjau ulang pemberhentian Mustafa Husni sebagai Kepala Desa Ujung Batu.
“Mulai banjir terjadi kami selalu bersama-sama. Kepala desa kami tidak makan, kami pun tidak makan. Dia ikut mengangkat lumpur bersama kami,” ujar H. Situmeang, yang diamini oleh Egil Marpaung warga lainnya yang menuntut agar Camat Barus segera diganti. (red)









