Warung Minuman yang Berdiri di Lahan Eks Sekolah Perikanan Panomboman Resahkan Warga

Warung Minuman yang Berdiri Dilahan Eks Sekolah Perikanan Panomboman Resahkan Warga
Foto : Pondok-pondok yang berdiri di lahan eks Sekolah Perikanan Panomboman Sibolga.

Kantong Berita, SIBOLGA-Warga Panomboman resah dengan aktifitas warung minuman yang menyediakan belasan pondok di lahan milik Pemko Sibolga di daerah Panomboman, Kelurahan Sibolga Ilir, Kecamatan Sibolga Utara, tepatnya di kompleks Eks Sekolah Perikanan atau Akademi Komunitas Negeri (AKN) Sibolga.

Menurut seorang wanita warga sekitar, keresahan tersebut sudah pernah dilaporkan ke pihak Pemerintah.

Bahkan, Camat Sibolga Utara katanya sudah pernah datang meninjau lokasi. Namun hingga kini, belum ada tindakan yang dilakukan terhadap pemilik warung.

“Sudah pernah lapor kepling, karena kami terganggung. Karena baru-baru orang itu datang kemari, sampai jam 3 (subuh) nyanyi-nyanyi, kuat-kuat, jadi terganggung saya gak bisa tidur,” kata wanita paruh baya tersebut menyampaikan keresahannya, Minggu (8/1/2023).

Pelaporan terhadap Pemerintah tersebut tidak hanya terjadi sekali saja. Bahkan pihak Satpol PP pun juga sudah pernah datang meninjau lokasi. Namun lagi-lagi tidak ada solusi yang diperoleh warga.

“Habis itu, orang itu nyanyi pas maghrib, adzan disini, adzan disana, masih ada anak kuliah waktu itu. Jadi saya ngamuk, saya panggil lagi keplingnya. Besoknya dibawalah camat (Sibolga Utara), semua kumpullah, dari kampus, dari Satpol PP, banyaklah disana. Tapi sampai sekarang kenyataannya gak ada juga, masih disitu juga orangnya. Jadi saya jadi tanda tanya juga, ada apa sebetulnya ini,” ketusnya.

Tak jarang kata wanita ini menjelaskan, dia sering melihat wanita bersama pria di pondok warung tersebut.

“Sejak saya panggil kepling itu, sampai jam 12 malam. Kalau setiap malam minggu, sampai pagi. Banyak anak muda, anak gadis, yang pacaran juga banyak kesitu. beberapa pondok gelap gak ada lampu,” ungkapnya.

 

##Ada yang mengontrakkan lahan tersebut?##

Senada disampaikan seorang pria warga sekitar lainnya bernama Johannes yang juga mengaku keberatan dengan beroperasinya warung dengan belasan pondok tersebut.

Dari informasi yang dia terima, lahan milik Pemko Sibolga tersebut diduga telah dikontrakkan oleh seseorang kepada pemilik warung, yang diketahui bukan warga Panomboman.

“Sampai sekarang kita gak tahu siapa yang menerima uang kontraknya,” katanya dengan nada heran.

Harapannya, Pemko Sibolga segera menertibkan warung tersebut dan mengusut pengalihan fungsi lahan eks Sekolah Perikanan menjadi warung minuman.

“Tolong pak Walikota ditertibkan. Kalau misalnya dijadikan objek wisata, kami warga sekitar gak keberatan. Tapi, kalau dijadikan warung minuman, kesannya seperti tempat maksiat,” ketus Johannes.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan dari pihak Pemerintah sekitar. (red)