kantongberita.com, TAPTENG | Inspektur Inspektorat Tapteng Mus Mulyadi yang dikonfirmasi di ruang kerjanya menyebut ada temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada pembangunan Puskesmas Sarudik.
Adapun temuan BPK yang dimaksud kata Mulyadi yakni kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp118 juta, tidak terkait CCO yang melanggar aturan.
“Temuan BPK hanya kekurangan volume sebesar Rp118 juta. Kalau soal besaran CCO yang tidak sesuai aturan, tidak ada,” kata Mulyadi, Rabu (2/7/2025).
Namun kata Mulyadi, pihak rekanan dari CV. Bintang Top belum melakukan pengembalian dana ke kas daerah. Padahal, Inspektorat telah menyurati rekanan lewat Dinas Kesehatan pada tanggal 16 Juni 2025.
“Kita sudah surati rekanan, tapi sampai sekarang belum ada pembayaran,” ungkapnya.
Bila pihak rekanan dari CV. Bintang Top tidak juga melakukan penyetoran hingga 4 Juli 2025, maka Inspektorat akan menerbitkan SKTJM (Surat Keterangan Tanggungjawab Mutlak) yang akan ditandatangani oleh pihak rekanan.
Tak hanya itu, rekanan juga diharuskan melampirkan harta pribadi senilai pembayaran sebagai jaminan. Bilamana, dalam waktu yang ditentukan pada SKTJM tersebut, rekanan tidak juga melakukan penyetoran, maka Pemerintah dapat menjual aset milik rekanan tersebut.
“Kalau tetap gak dibayar, maka jaminannya kita jual,” tukasnya.
Terkait CCO yang melebihi aturan, Mulyadi menyebut belum mengetahuinya. Namun dia berjanji akan mempertanyakan hal tersebut di Sofian Barus selaku PPK.
“Belum tahu berapa batas maksimal CCO. Dan saya juga gak tahu berapa yang di CCO di Puskesmas Sarudik. Nanti saya tanya sama PPKnya,” ujar Mulyadi sembari menyebutkan, setelah pemberitaan mencuat, pihaknya bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Konsultan perencanaan proyek telah meninjau kondisi bangunan Puskesmas Sarudik yang hingga kini belum difungsikan, Selasa (1/7/2025).
Menurut PPK proyek, Sofian Barus kata Mulyadi ada ketidak sesuaian perencanaan dengan kondisi dilapangan. Sehingga, dilakukan CCO dengan angka yang cukup besar.
“Seperti kamar mandi, yang dibutuhkan 8, sedangkan di perencanaan hanya 4,” ungkapnya.
Karena itu, Pemkab Tapteng tahun ini telah menganggarkan dana tambahan untuk menyelesaikan pembangunan Puskesmas Sarudik lewat APBD TA.2025 sebesar Rp600 juta.
“Termasuk pembuatan pagarnya. Jadi tahun ini sudah dianggarkan untuk pembangunan lanjutannya,” pungkas Mulyadi. (red)





