kantongberita.com, SIBOLGA | Wali Kota Akhmad Syukri Nazry Penarik dan Wakilnya Pantas Maruba Lumban Tobing kembali mewujudkan janji politiknya dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Sibolga.
Salah satunya dengan mengaktifkan kembali layanan transportasi gratis bagi pelajar di daerah Parombunan, yang telah lama tidak beroperasi.
Dengan Bus gratis yang mulai beropetasi, Senin (13/7/2026)
ini, diharapkan minat pelajar untuk bersekolah lebih meningkat lagi. Sehingga, menghasilkan generasi bangsa yang unggul dan berdaya saing, selaras dengan program Presiden RI Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045.
Seperti diketahui, Kelurahan Parombunan merupakan daerah perbukitan yang memiliki satuan pendidikan yang lengkap, dari mulai tingkat SD, SMP hingga SMA.
Selain mengakibatkan siswa malas bersekolah Karena kondisi jalan yang menanjak, layanan transportasi di daerah ini jhga tergolong cukup sulit diperoleh.
Tidak ada mobil angkutan umum yang melintas dari daerah ini. Adapun angkutan umum roda 3, jumlahnya sangat terbatas, hanya beberapa saja yang mau mengangkut penumpang keatas.
Kondisi inilah yang mengulik rasa tanggungjawab Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik untuk kembali mengaktifkan Bus sekolah di daerah tersebut.
Menurut Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sibolga Rosidah Lubis, SS.,MM, ada 2 unit Bus milik Dinas Perhubungan, yang akan dioperasikan setiap hari, mengantar dan menjemput para siswa dari sekolah.
Adapun titik angkut Bus pagi hari berada di simpang beo atau Tugu Ikan.
“Ada 2 bus yang akan beroperasi. Pagi mengantar siswa dari simpang beo ke sekolah pukul 6.30 WIB-pukul 8.00 WIB. Siangnya, pukul 13.00 sampai pukul 14.00 WIB, siswa akan kembali diantar dari sekolah menunju simpang beo,” kata Rosidah dalam keterangan persnya, Jumat (3/7/2026).
Selain meningkatkan SDM, pengoperasian Bus sekolah ini juga kata Rosidah bertujuan untuk meringankan beban ekonomi para orangtua siswa, serta menjadi sarana untuk menurunkan angka kecelakaan di Kota Sibolga.
“Untuk mempermudah akses pendidikan bagi siswa di daerah perbukitan, meringankan beban ekonomi orang tua dalam biaya transportasi, serta meningkatkan keselamatan siswa dengan transportasi yang lebih aman dan terstandarisasi. Sekaligus menjadi solusi untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di kalangan remaja. Kemudian, dapat menekan angka putus sekolah,” ungkapnya. (red)





