banner 728x250

Dilarang Takbir Keliling; Begini Pernyataan Walikota Mengenai Salat Ied

  • Bagikan
Foto : Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Sibolga.

Kantong Berita, SIBOLGA-Pawai takbir keliling malam menjelang Lebaran Idul Fitri 1441H di Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), dipastikan tidak digelar oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

Sehubungan masih berlangsungnya Pandemi Covid-19 dan upaya Pemerintah untuk memutus penyebaran virus.

“Untuk takbir keliling tidak ada. Dilarang. Kami larang,” kata Syarfi, Jumat (22/5).

Namun katanya, Pemerintah tidak melarang kalau takbir digelar atau dilaksanakan di masjid atau dirumah.

Sebab yang dilarangan hanya kegiatan takbir keliling.

“Kalau takbir di Masjid dan di Rumah, boleh. Karena yang dilarang itu hanya takbir kelilingnya,” tutur Syarfi.

Baca Juga :   Tinjau Pos Penyekatan PPKM Mikro, Dandim 0211/TT; Kalau gak kita sekat, di kota itu gak kurang-kurang keramaiannya

Walikota Sibolga 2 periode inipun mengimbau kepada masyarakat dan Masjid di Kota Sibolga, untuk mematuhi dan tidak menggelar takbir keliling di malam menjelang Lebaran Idul Fitri 1441H nanti.

“Jadi takbir di masjid dan rumah masing-masing,” imbuhnya.

Tak hanya takbir keliling, Salat Ied Berjamaah dilapangan Simare-mare pada Idul Fitri 1441H mendatang jug ditiadakan.

Tapi Pemko Sibolga dan Tim Gugus Tugas memberikan pemakluman kepada MUI Kota Sibolga yang meminta pemakaian lapangan Simare-mare sebagai lokasi/tempat pelaksanaan Salat Ied Berjamaah di Kota Sibolga, selain masjid.

Baca Juga :   Wanita yang Lompat dari Lantai 5 Rusunawa Meninggal Dunia

Hal itu sesuai permintaan beberapa ormas Islam di Kota Sibolga kepada MUI Kota Sibolga.

“Jadi kita tidak melakukan, namun memaklumi MUI Sibolga yang meminta ijin pemakaian lapangan Simare-mare untuk pelaksanaan Salat Ied Berjamaah karena dianggap lebih aman. Selain terbuka, cahaya bisa masuk dan bisa sambil berjemur, juga jarak bisa diatur disana. Disamping itu juga, jamaah bisa diperiksa kesehatannya sebelum masuk. Untuk Protokol Kesehatan, ini masuk akal,” pungkasnya. (jul/kb) 

  • Bagikan