banner 728x250

PLN Umumkan Kenaikan Tarif Listrik Bagi Rumah Tangga Mampu dan Pemerintah

Foto : Manager UP3 Sibolga Darwin Simanjuntak (tengah).

Kantong Berita, SIBOLGA-PLN UP3 Sibolga mengumumkan kenaikan tarif listrik terhitung Juli-September 2022, sesuai dengan surat menteri ESDM No.T-162/TL.04/MEM.L/2022, tanggal 2 Juni 2022.

Penerapan penyesuaian tarif tenaga listrik (Adjustment) tersebut menurut Manager UP3 Sibolga, Darwin Simanjuntak dalam keterangan persnya tidak ke semua pelanggan PLN. Melainkan, hanya untuk pelanggan rumah tangga mampu/kaya (R2 dan R3). Tak hanya itu, kenaikan yang diterapkan juga menyasar kantor Pemerintah (P).

“Terhitung Juli hingga September 2022 akan diterapkan tarif adjustment. Tarif untuk rumah tangga dengan daya 3500 keatas. Dari yang sebelumnya Rp1400 per Kwh menjadi Rp1600,” kata Darwin, Rabu (29/6/2022).

Kenaikan tersebut kata Darwin tergantung kondisi ekonomi. Sewaktu-waktu, tarif tersebut juga dapat mengalami penurunan.

“Seperti sekarang, periode Juli hingga September. Bisa saja, di Oktober nanti mengalami penurunan, karena harga batubara misalnya turun. Tergantung kondisi ekonomi,” tukasnya.

Sementara, untuk pelanggan rumah tangga yang menggunakan daya 2200 kebawah masih diberikan subsidi oleh Pemerintah. Begitu juga dengan perusahaan industri dan bisnis, tidak diberlakukan penyesuaian tarif ekonomi.

“Industri dan bisnis tidak kita naikkan. Karena akan berdampak pada gaji karyawannya. Yang kita naikkan sangat besar itu adalah tarif Pemerintah. Kami akan menyurati Pemerintah agar mereka menyiapkan anggarannya,” ungkap Darwin sembari menambahkan bahwa besaran kenaikan tarif yang dikenakan mencapai 21 persen.

PLN Target Tahun Ini Seluruh Pelanggan Rumah Tangga Gunakan Token

Hingga kini, PLN masih terus berupaya untuk mengganti sistem pembayaran listrik pelanggan rumah tangga dari pasca bayar menjadi pra bayar (Token).

Untuk wilayah UP3 Sibolga, ada sekitar 145.000 pelanggan lagi yang masih menggunakan meteran lama, yang sistem pembayarannya pakai dulu, baru bayar.

Namun, PLN menargetkan, Desember 2022 seluruh pelanggan rumah tangga di wilayah UP3 Sibolga telah beralih ke listrik pra bayar. Untuk peralihan tersebut menurut Darwin, tidak dikenakan biaya alias gratis.

“Tergantung ketersediaan meteran kita. Pertahun 1000 pelanggan yang sudah kita alihkan ke pra bayar. Total yang menggunakan token sudah lebih 50 persen. Pelanggan yang menunggak lebih dari 3 bulan atau yang berurusan dengan petugas P2TL, akan kita alihkan ke pra bayar. Misalnya, meterannya rusak, kita ganti dengan pra bayar. Karena sekarang ini, untuk meteran lama sudah tidak tersedia lagi,” ungkapnya.

Darwin menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir pembayaran listrik akan melambung bila menggunakan meteran pra bayar. Karena menurut nya, tidak ada perbedaan hitungan harga per Kwh meter antara listrik pasca bayar dengan pra bayar.

“Tidak ada perbedaan harga per Kwh antara meter token (prabayar) dengan meter lama,” tegasnya.

Bahkan, untuk meningkatkan efisiensi pembayaran, perusahaan plat merah tersebut juga telah menggunakan Shunt Trip khusus untuk pengguna daya 41500 keatas. Dengan sistem ini, PLN dapat mengontrol para pelanggan.

Bagi pelanggan yang menunggak pembayaran lebih dari 3 bulan, PLN akan memutus sambungan listrik dari jarak jauh.

“Contohnya Kantor Dinas Perhubungan Taput, kemarin nunggak langsung diputus secara otomatis. Setelah dibayar, listriknya kembali nyala,” pungkasnya.

Untuk memudahkan perolehan pelayanan, Darwin mengimbau masyarakat agar menggunakan aplikasi PLN Mobile pada HP android.

“Silahkan di download di HP masing-masing. Mau beli token, bisa, bayar listrik juga bisa. Bahkan, untuk melaporkan terjadinya gangguan listrik bisa lewat PLN Mobile ini, lebih cepat di respon,” pungkas Darwin. (red)