banner 728x250

Temui Pimpinan Tinggi Direktorat Jenderal Imigrasi, Saroha Manullang Sampaikan Agenda Penting

Foto : Kepala Imigrasi Sibolga Saroha Manullang bersama jajaran di Kantor Direktorat Jenderal Imigrasi Jakarta.

Kantong Berita, JAKARTA-Kepala Kantor Imigrasi Sibolga Saroha Manullang didampingi pejabat struktural menemui Pimpinan Tinggi Direktorat Jenderal Imigrasi di Jakarta, Rabu (08/06).

Dalam keterangan tertulis Imigrasi Sibolga, adapun agenda penting yang dibawa Saroha antara lain terkait kenaikan kelas Kantor Imigrasi Sibolga dari kelas II menjadi Kelas I. Kemudian, terkait peningkatan status Unit Kerja Keimigrasian (UKK) Gunungsitoli dan Mandailing Natal menjadi Kantor Imigrasi.

Pertemuan pertama, bersama Direktur Sistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian Agato Simamora. Tampak hadir Kepala Divisi Keimigrasian Ignatius Purwanto beserta jajaran.

Pada kesempatan tersebut, Saroha menyampaikan beberapa permasalahan terkait perangkat dan kesisteman.

Menanggapi hal tersebut, Agato menyambut baik usulan naik kelas Imigrasi Sibolga dan pembentukan kantor Imigrasi Gunungsitoli dan Mandailing Natal serta menyampaikan beberapa solusi terkait permasalahan yang dihadapi.

“Pada prinsipnya kami sangat mendukung kenaikan kelas Kantor Imigrasi Sibolga dan akan menyiapkan jaringan kesisteman untuk pembentukan Kantor Imigrasi Nias dan Mandailing Natal,” kata Agato.

Usai dari Direktur Sistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian, pertemuan selanjutnya dengan Direktur Kerjasama Keimigrasian Dodi H Tjondro.

Sama halnya dengan Agato, Dodi juga menyambut baik usulan yang disampaikan Imigrasi Sibolga.

“Terima kasih atas kunjungannya, disamping menjadi pertimbangan dari Kemenkumham, tentunya ini akan menjadi penilaian dari KemenpanRB,” ungkap Dodi.

Kemudian, pertemuan selanjutnya dengan Sekretaris Direktorat Jenderal Imigrasi Supartono yang notabene merupakan mantan atasan Saroha saat bertugas di Kantor Imigrasi Medan.

Di hadapan Supartono, Saroha memaparkan capaian kinerja yang telah diraih serta rencana kerja ke depan yang akan dilakukan, termasuk kolaborasi yang telah terjalin dengan beberapa instansi terkait.

Saroha pun meminta dukungan anggaran terkait peningkatan status UKK Gunungsitoli dan Mandailing Natal menjadi Kantor Imigrasi.

Supartono juga menyambut baik rencana kerja yang disampaikan oleh Kepala Imigrasi Sibolga.

Tak sampai disitu, Saroha masih melanjutkan perjuangannya dengan menemui Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian I Nyoman Gede Surya Mataram.

Mantan Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai yang baru dilantik pada bulan April 2022 lalu tersebut menyambut baik kunjungan Saroha beserta jajaran.

Saroha melaporkan terkait pengawasan keimigrasian dan situasi terkini di wilayah kerja Kantor Imigrasi Sibolga yang secara umum dalam keadaan baik, serta pelaksanaan Rapat Tim Pora dan kolaborasi dengan instansi lain maupun Aparat Penegak Hukum.

Malam harinya usai dari Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Saroha menyambangi ruangan kerja Direktur Intelijen Keimigrasian RP Mulya.

Pada pertemuan tersebut RP Mulya meminta Saroha dan jajaran untuk responsif dalam menyikapi isu-isu yang berkembang dalam masyarakat, respon cepat dan melaporkan secara berjenjang.

“Saya memberikan apresiasi kepada Imigrasi Sibolga yang konsisten menyampaikan laporan harian intelijen dan menjalin kemitraan sangat baik dengan wartawan dalam hal publikasi dan pemberitaan positif,” ungkap RP Mulya.

Menanggapi hal tersebut, Saroha mengatakan bahwa Kantor Imigrasi Sibolga sudah saatnya naik menjadi Kantor Imigrasi Kelas I.

Beberapa pertimbangan antara lain wilayah kerja yang sangat luas, terdiri dari 3 Kota dan 9 Kabupaten.

Kemudian wilayah kerja yang berbatasan langsung dengan 3 Propinsi yaitu Aceh, Sumatera Barat dan Riau. Serta letak geografis yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

“Faktor kerawanan dari sisi letak dan geografis menjadi poin penting disini,” ujar Saroha sembari menyebutkan bahwa dirinya juga telah meminta dukungan dari Forkopimda di 12 Kabupaten/Kota yang termasuk dalam wilayah kerjanya.

Seperti diketahui, keberadaan UKK Gunungsitoli yang beroperasi sejak tahun 2018 dan UKK Mandailing Natal yang beroperasi sejak awal tahun 2022 sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.

Sebelum adanya UKK, untuk mengurus paspor, masyarakat di Kepulauan Nias harus menempuh perjalanan laut selama 10-12 jam ke Sibolga.

Demikian juga hal nya dengan masyarakat di Mandailing Natal, yang harus menempuh perjalanan darat selama 6-7 jam ke Kantor Imigrasi Sibolga. (red)