kantongberita.com, TAPTENG | Sebuah video yang diunggah di media sosial baru-baru ini mengundang perhatian masyarakat. Pasalnya, dalam video tersebut tampak puluhan babytank ukuran 1.000 Liter berisi bahan bakar ditumbuk dan tersusun rapi di teras sebuah rumah di Jalan Z.A. Glr. Sutan Kumalapontas Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Selain itu, pengunggah video juga menyorot sebuah mobil tangki Pertamina bercorak putih biru yang sedang bongkar, mengisi satu persatu babytank. Pada kaca depan mobil tertulis PT. Petro Insani Perkasa.
Juga terdengar, perekam video menyebut kalau BBM jenis solar yang dibongkar sebanyak 3 ton atau 3.000 liter.
“Masuk 3 ton, nih. Banyak jerigen nih,” ujar perekam dalam video yang diunggah oleh akun FB Tao Sean Pear tersebut.
Pada postingannya sebelumnya, pemilik akun juga mengaupload foto screenshot penggalan video saat mobil tangki bongkar, dengan menuliskan sebuah narasi “Diduga Illegal”.
Tajamnya sorotan masyarakat terhadap penimbunan BBM tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, letak rumah tempat penimbunan BBM tersebut berada di tengah-tengah pemukiman penduduk.
Sehingga, aktivitas yang mengandung bahaya tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga sekitar.
Dari hasil penelusuran wartawan diketahui kalau rumah tempat penimbunan BBM tersebut merupakan mess karyawan PT. Adhikarya. Salah satu perusahaan milik BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang bekerja untuk memperbaiki kerusakan infrastruktur pasca bencana 25 November 2025 lalu di Sibolga-Tapteng.
Meski ada tumpukan bahan bakar, namun kondisi mess tersebut sepi, tidak ada petugas yang berjaga. Hanya terdapat sebuah papan hinbauan berukuran kecil di pintu masuk pekarangan rumah tersebut bertuliskan “No Smoking Area, Dilarang Merokok”.
Pada plank himbauan terdapat logo Danantara Indonesia dan Kementerian Pekerjaan Umum. (red)





