Barus Bangkit dan Berjuang Sendiri | Bakhtiar Sibarani Turunkan 17 Dum Truck Bantu Korban Bencana Tambak

Foto : Warga korban bencana di Lingkungan I Tambak, Kelurahan Batu Gerigis Barus.

kantongberita.com, TAPTENG | Sudah lebih sebulan, bencana banjir dan longsor melanda Kabupaten Tapanuli Tengah dan sekitarnya, selama itu pula para korban menanti perhatian Kepala Daerah.

Seperti yang dirasakan oleh warga Lingkungan I Tambak, Kelurahan Pasar Batu Gerigis, Kecamatan Barus. Hingga kini, belum ada perhatian yang mereka peroleh dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah. Merekapun merasa dianak tirikan oleh Pemerintah.

Padahal, ada 14 rumah di lingkungan ini yang rusak parah diterjang banjir. Mereka, para korban bencana hanya mampu berdiam diri merenungi nasib. Dengan kondisi ekonomi yang sulit pasca bencana, mereka tidak mampu membangun kembali tempat tinggalnya.

Karena, tidak hanya bangunan tempat tinggal yang sudah tidak dapat digunakan lagi, tanah dudukan bangunanpun amblas digerus air banjir.

Ditengah ketidak pedulian pemerintah, merekapun mencoba bangkit, berjuang sendiri dengan mempertaruhkan segala harapan yang tersisa. Mereka kemudian meminta bantuan mantan Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Ternyata, putra daerah kelahiran Barus tersebut membuka lebar tangannya, merangkul mereka para korban bencana.

Bakhtiar berjanji, dengan dana pribadinya akan menurunkan 17 dum truck untuk menimbun bekas bencana tersebut, agar warga korban bencana dapat kembali membangun rumahnya.

“Bapak Bakhtiar menginstruksikan saya untuk menimbun lokasi bencana yang sudah menjadi danau disini. Ada 17 dum truck yang akan diturunkan,” kata Melfan Tanjung, mantan Anggota DPRD Tapteng, sekaligus Kader NasDem yang diperintah Bakhtiar untuk mengerjakan penimbunan tersebut, ditemui saat meninjau lokasi bencana di Lingkungan I Tambak, Senin (29/12/2025) malam.

Warga kemudian mengucapkan terimakasih atas kepedulian Bakhtiar, sosok yang dikenal selalu memperhatikan kampung halamannya, meski tidak lagi menjabat.

Mereka mengaku, selama pasca bencana, Bakhtiar dan 2 abangnya Rahmansyah Sibarani, yang merupakan Anggota DPRD Sumut dan Rivai Sibarani, Ketua DPRD Tapteng selalu memperhatikan mereka, dari mulai kebutuhan sandang, pangan hingga tempat tinggal.

“Terimakasih pak Bakhtiar, semoga berkah usahanya, dan kami sangat bahagia. Karena selama ini hanya pak Bakhtiar, pak Rahmansyah dan pak Rivai yang memperhatikan kami,” ujar Delfiani Siregar (35) yang diamini Darilah Hasugian (60) dan Rispan Syarif (42) warga Tambak.

Menurut warga, jangankan Bupati Tapteng, Camat Barus pun tidak pernah datang melirik kondisi mereka yang tertimpa bencana.

Merekapun merasa kalau Barus bukan bahagian dari Kabupaten Tapanuli Tengah.

Mengingat di beberapa Kecamatan, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu selalu hadir bersama beberapa pejabat tinggi negara, dari mulai Gubernur Sumut, Menteri hingga Presiden RI.

“Bupati, Camat gak pernah datang. Adapun yang pernah datang hanya staf kantor Camat saja,” tukasnya.

Mewakili masyarakat Barus, Rahmansyah Sibarani, Anggota DPRD Sumut menimpali, meminta Bupati Masinton untuk tidak menganaktirikan Barus.

Dia juga meminta Masinton untuk membuktikan slogannya “adil untuk semua”. Karena menurut Rahmansyah, tidak saatnya lagi Kepala Daerah mengkotak-kotakkan masyarakat seperti saat Pilkada lalu.

“Saya ingatkan kepada pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, Barus ini masih Kabupaten Tapanuli Tengah. Kami minta supaya tidak menganaktirikan. Kata minta untuk membuktikan adil untuk semuanya. Ini bukan lagi masa pilkada. Sampai hari ini, kita dengar dari masyarakat, Bupati, bahkan Camatpun belum pernah hadir ke lokasi ini. Kita sadar betul, ini bukan serampang membalikkan telapak tangan. Tapi minimal kunjungi masyarakat ini,” tukasnya.

Diketahui sebelumnya, Bakhtiar yang merupakan Ketua DPP Partai NasDem telah mengerahkan 3 alat berat untuk menormalisasi Sungai Aek Sirahar Barus.

Sebelumnya juga, ke 3 alat berat berupa Ekskavator tersebut telah bekerja menormalisasi beberapa Sungai di Kota Sibolga, agar tidak meluap hingga ke pemukiman penduduk.

Dan baru-baru ini, sebuah alat berat milik Bakhtiar juga telah diturunkan atas permintaan warga ke Desa Mela, Kecamatan Tapian Nauli. (red)