Diduga Menyediakan Wanita Penghibur, Lapo Tuak Molen Didemo Warga Sibuluan Nauli

  • Bagikan
Foto : Ribu bersama warga menggelar aksi didepan lapo tuak Molen.

Kantong Berita, TAPTENG-Warga Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara berunjuk rasa di depan sebuah warung tuak yang diketahui milik David Butar-butar alias Molen, Selasa (26/5).

Demo tersebut merupakan lanjutan aksi warga sebelumnya, yang memaksa warung tuak yang diduga menyediakan wanita penghibur tersebut ditutup.

Ribu Simatupang, pimpinan aksi dalam orasinya mengatakan, kedatangan mereka di tempat tersebut untuk menyuarakan keluh kesah masyarakat Kelurahan Sibuluan Nauli.

Yang mendukung penuh program Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani dalam memberantas Narkoba, Cafe remang-remang, tempat Prostitusi dan dugaan perdagangan anak.

Baca Juga :   Di Tapteng, Polwan Bagi Sembako; Khusus Warga Kurang Mampu Terdampak Covid-19

Warga mendesak Polres Tapteng agar ikut memberantas penyakit masyarakat tersebut serta memproses para pelaku sesuai hukum yang berlaku.

“Jadi bapak ibu sekalian, menyikapi yang terjadi selama ini masyarakat Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, siap tidak berbuat apa-apa. Padahal di kelurahan ini telah terjadi banyak pelanggaran-pelanggaran. Salah satunya ada cafe, diduga Cafe Remang-remang, mempekerjakan wanita sampai larut malam, hingga jam 3 sampai pagi, dengan berkedok Lapo Tuak,” seru Ribu dalam orasinya.

Menyambung orasi Ribu Simatupang, Penatua Kampung, bermarga Panggabean mengajak seluruh warga untuk menjaga Kampung tetap bersih dari praktek maksiat.

Baca Juga :   Musnahkan 14 Mesin Judi; Bupati Tapteng Nyatakan Perang Terhadap Judi

“Jadi marilah sama-sama kita mempertahankan kampung kita ini, supaya bersih, damai, aman dan tertib,” imbuhnya.

Sementara itu, Lurah Kelurahan Sibuluan Nauli, Lasak Lisbeth Sirait berharap yang terjadi, Selasa (26/5) dini hari merupakan kejadian terakhir.

Dan untuk sementara, lapo tuak tersebut ditutup sesuai peraturan daerah yang berlaku.

“Jadi tempat ini ditutup sesuai dengan peraturan,” tegas Lasak.

Amatan di lokasi, aksi tersebut di hadiri oleh Kepling, Lurah, Mewakili Camat Pandan, Satpol-PP Tapteng, Babinsa dan juga Personil Polres Tapteng. (jul/kb)

  • Bagikan