banner 728x250

Isu Karyawan Aido Swalayan PDP, Hoax

  • Bagikan
Foto : Ilustrasi

Kantong Berita, SIBOLGA-Beredar isu, ada seorang karyawati Aido Swalayan Sibolga, Sumatera Utara yang dinyatakan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) melalui media sosial. Isu tersebut dibantah tegas oleh pihak Menagemen Aido Swalayan dan menyatakan informasi yang beredar tersebut sebagai berita Hoax.

Melalui Yenti, Menager Operasional Aido Swalayan menyatakan bahwasanya, oknum yang diisukan PDP tersebut bukan merupakan karyawan Aido Swalayan. Melainkan karyawan mobile sebuah perusahaan kosmetik yang memiliki SPG di Aido Swalayan.

“Dia itu SPG hand body dari PT. IJL. Bukan karyawan Aido. Jabatannya itu diatas SPG, namanya BA. Dan mereka bukan hanya ke Aido aja, ke toko-toko lain juga,” kata Yenti diruang kerjanya, Senin (6/4).

Tak hanya itu, dari keterangan karyawan PT. IJL tersebut juga diketahui kalau yang bersangkutan tidak berstatus PDP melainkan Orang Dalam Pemantauan (ODP). Status tersebut pun diperoleh dari Puskesmas Pandan, setelah karyawan berinisial B, warga Padang Sidempuan tersebut mengikuti anjuran Pemerintah Daerah, yang menyarankan kepada setiap orang yang pernah kontak langsung dengan warga Padang Sidempuan yang dinyatakan PDP dan akhirnya meninggal dunia beberapa hari yang lalu, agar segera melapor ke Puskesmas terdekat.

Karena menurut keterangan yang bersangkutan kepada pihak Puskesmas Pandan sewaktu melaporkan diri, tanggal 28 Maret 2020, dia pernah berkunjung ke toko kosmetik milik korban virus Corona tersebut di Padang Sidempuan. Tujuannya, selain memeriksa ketersediaan barang, dia juga hendak menagih uang barang yang masuk ke toko tersebut.

Baca Juga :   Hilang Kontak, KM. Rezeki Indah Sari Ditemukan Karam: 19 ABK Berhasil Selamat

“Kita telpon langsung dia, kita mau memastikan langsung seperti apa kronolis ceritanya. Saya tanya dia, bagaimana sampai dibilang orang dia itu PDP. Jadi sebenarnya dia bukan PDP melainkan ODP. Awalnya dia hanya ingin mengikuti peraturan dari pemerintah setempat ini. Yang menyatakan bahwasanya, apabila pernah berhubungan, kontak langsung dengan saudara pemilik toko, yang PDP di Padang Sidempuan itu, agar melapor ke pemerintah setempat. Kronologisnya, tanggal 28 Maret itu dia memang pergi ke Sidempuan, dia pergi ke toko PDP Corona itu. Tujuan dia pergi kesitu, mau menagih bon barang yang masuk kesana,” kata Yenti menceritakan penjelasan B.

Saat itu, B mengaku tidak ketemu dengan korban, melainkan dengan suami korban dan PSG perusahaannya yang bertugas di toko korban. Setelah itu, B pun pergi ke rumah orangtuanya di Panyabungan, sebelum akhirnya kembali ke Sibolga.

“Setelah itu, tanggal 31 Maret dia balik ke Sibolga. Tanggal 1 Maret dia masuk ke Aido,” ungkapnya.

Kemudian lanjut Yenti, tanggal 2 Maret, B mendengar bahwa istri pemilik toko kosmetik tersebut telah di isolasi di rumah sakit umum Padang Sidempuan. Mendengar info tersebut, diapun langsung menghubungi Pimpinannya di PT. IJL. Oleh Pimpinannya, B disarankan untuk mengisolasi diri selama 14 hari.

“Katanya, dari perusahaan (PT. IJL) langsung memberikan dia keputusan, di rumahkan aja dulu selama 14 hari. Gak usah masuk kemana-mana dulu,” terang Yenti menirukan penjelasan B.

Baca Juga :   Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Tergantung di Pohon Nangka

Beberapa hari kemudian, diapun mendengar kabar istri pemilik toko tersebut telah meninggal dunia. Akhirnya, diapun mengikuti himbauan Pemerintah untuk melapor sebagai orang yang pernah kontak dengan korban yang telah meninggal dunia tersebut.

“Setelah dia dengar si PDP ini telah meninggal dunia, dia pernah lihat dari Facebook, yang pernah kontak langsung, agar melapor. Jadi tadi pagi dia melapor ke puskemas Pandan. Karena dia bukan penduduk disini (Sibolga-Tapteng), dia disini kan pendatang. Jadi, dia mengikuti peraturan disini katanya. Jadi waktu dia melapor ke Puskesmas, pihak Puskesmas menanyakan dia, kamu ada gejalan ini nggak, ada pusing, ada demam nggak. Dia jawab nggak. Dicek juga suhunya, semua aman. Tapi dari Puskesmasnya juga memberi dia alat untuk mencek suhu badannya sendiri. Jadi, hasilnya itu nanti sampai tanggal 11 April katanya. Kita lihat sampai tanggal 11 hasilnya seperti apa,” pungkasnya.

Diketahui juga, telah beredar rekaman video pernyataan B, karyawati PT. IJL yang diisukan PDP di media sosial. Dalam keterangannya di video tersebut, B menceritakan kronologis sebenarnya dan memastikan dirinya hingga kini masih dalam keadaan sehat dan tidak mengalami gejala apapun yang menyangkut ciri-ciri orang terserang virus Corona. (red)

  • Bagikan