Napi Asimilasi di Sibolga Berulah Lagi; Jambret Pengendara Sepeda Motor

Kantong Berita, SIBOLGA – Polisi berhasil menangkap seorang jambret yang merampas ponsel milik Analisa Waruwu (20), seorang warga dari Rokan Hulu Riau yang tinggal di Jalan Kakap, Kelurahan Pancuran Pinang, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara pada hari Senin (4/5) sekitar pukul 4.30 WIB.

Pelaku bernama ZS alias L (24), yang beralamat di Jalan Cornel Simanjuntak, Kelurahan Huta Tonga-tonga, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga, dan Desa Sitonong, Kecamatan Pinang Sori, Kabupaten Tapanuli Tengah.

ZS ditangkap setelah Analisa melaporkan perampasan tersebut ke Polres Sibolga pada hari Minggu (3/5).

Dalam laporan tersebut, Analisa menyatakan bahwa dia sedang berkendara di Kota Sibolga bersama keponakannya menggunakan sepeda motor. Saat mereka berada di Jalan Raja Junjungan Lubis, depan sebuah showroom sepeda motor, mereka disergap oleh dua pria yang juga mengendarai sepeda motor dan merampas ponsel merek Samsung Galaxy J2 Prime miliknya.

“Analisa berteriak meminta pertolongan dan warga membantu mengejar pelaku. Namun, pelaku tidak berhasil ditangkap,” kata Kapolres Sibolga AKBP Triyadi melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin dalam keterangan resminya pada Sabtu (9/5).

Setelah menerima laporan, ZS diamankan di dekat sebuah pusat perbelanjaan di Jalan Sutoyo Siswomiharjo. Dari pemeriksaan, diketahui bahwa ZS saat itu sedang berboncengan dengan seorang bernama Bagus, pemilik sepeda motor yang digunakan saat melakukan jambret.

Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Bagus tidak terlibat dalam aksi tersebut. Bagus hanya dipaksa oleh ZS untuk mengantarkannya ke arah Sibolga Julu menggunakan sepeda motornya. ZS juga memaksa Bagus untuk mengemudikan sepeda motor tersebut.

Tanpa sepengetahuan Bagus, ZS membawa sepeda motor ke Jalan Junjungan Lubis dan tiba-tiba merampas ponsel milik Analisa. Meskipun ZS mencoba memberikan barang curiannya kepada Bagus, namun Bagus menolaknya.

“ZS dan Bagus baru bertemu di Simaremare. Tiba-tiba, ZS meminta Bagus untuk mengantarkannya ke Sibolga Julu dan meminta agar dia yang mengemudikan sepeda motor. Saat merampas ponsel dengan tangan kirinya, ZS mencoba memberikannya kepada Bagus, namun ditolak,” jelasnya.

ZS kemudian mengarahkan sepeda motor ke arah Jalan Melati dan setelah turun, ZS menyuruh Bagus untuk pulang. Ponsel tersebut kemudian dijual oleh ZS kepada seseorang yang identitasnya masih dirahasiakan dengan harga Rp300.000.

“Bagus tidak memiliki cukup bukti untuk dijadikan tersangka. Oleh karena itu, dia hanya dianggap sebagai saksi,” tambahnya.

Menurut catatan kepolisian, ZS sebelumnya telah tiga kali menjalani hukuman dalam kasus pencurian dan baru saja dibebaskan pada Maret 2020 setelah mendapat asimilasi dari Pemerintah sebagai tanggapan terhadap Pandemi Covid-19.

Setelah diperiksa, ZS ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan di Lapas Tukka.

Tersangka dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke-4e dari KUHPidana, yaitu mengambil barang milik orang lain seluruhnya atau sebagian dengan maksud untuk memiliki dan melawan hak, yang diancam dengan hukuman di atas 5 tahun penjara.