Pj Bupati Targetkan Angka Stunting di Tapteng Turun 16%: Harus diselesaikan dengan kolaboratif

Foto : Pj Bupati Tapteng Sugeng Riyanta menanda tangani absensi kehadiran.

Kantong Berita, TAPTENG-Pj Bupati Tapanuli Tengah Sugeng Riyanta membuka acara Desiminasi dan Publikasi aksi 7 pengukuran dan publikasi Stunting di Kabupaten Tapanuli Tengah tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Tapteng, Senin (10/11/2023).

Pada sambutannya, Sugeng mengimbau semua pihak untuk ikut berperan serta dalam penanganan Stunting di Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Pastikan bahwa tingkat prevalensi (Stunting) di Tapteng turun,” kata Sugeng.

Karena menurutnya, program prioritas yang digagas oleh Presiden Joko Widodo ini merupakan program mulia.

“Kenapa jadi prioritas, karena ini tertuang dalam pembukaan UUD1945, mencerdaskan kehidupan bangsa. Kalau Stunting, gizi buruk, berarti tujuan mulia UUD 45 itu tidak tercapai. Oleh karena itu, jangan hanya sekedar seremoni,” tegasnya.

Untuk itu, semua stakeholder yang ada diminta harus segera menyusun langkah-langkah untuk menurunkan angka Stunting dan mengentaskan kemiskinan ekstrim di Kabupaten Tapanuli Tengah, dengan cara berkolaborasi atau bekerjasama.

“Saya minta data yang akurat terkait, prevalensi Stunting. Kalau masih tinggi, mohon dirumuskan langkah-langkah menyelesaikan masalah disertai evaluasinya. Harus diselesaikan dengan kolaboratif. Pastikan bahwa tingkat prevalensi di Tapteng turun,” tukasnya.

Sugeng berjanji akan turun langsung ke tengah masyarakat, untuk memastikan bahwa tim Stunting telah bekerja secara maksimal.

Ada pun target penurunan stunting di Tapteng sampai tahun 2024 sebesar 16% dari angka saat ini yang mencapai 30%. Artinya, angka Stunting di tahun depan harus berada di angka 14%.

Sesuai data Bappeda dan Dinas Kesehatan Tapteng, angka Stunting di Tapteng masih tinggi, melebihi angka nasional yang berada di angka 21,6 persen.

Menurut mantan Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Sumatera Utara (Kejatisu), anggaran penanganan stunting tahun 2023 melalui APBD Pemkab Tapteng mencapai Rp33 miliar.

Dengan dana sebesar itu diharapkan akan mampu menurunkan angka Stunting di Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Nanti akan kita cek dimana kendalanya sehingga angka stunting di Tapteng belum bisa turun. Padahal anggarannya gede (besar). Saya akan turun dan cek ke lapangan dimana kendalanya,” kata Sugeng sembari menyebutkan bahwa saat ini starrategi.penurunan angka Stunting di Kabupaten Tapanuli Tengah tengah dirumuskan.

Menurut Sugeng, salah satu penyebab Stunting adalah rokok. Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat, terlebih bagi ibu hamil dan ayah jabang bayi untuk berhenti “merokok”.

“Jadi, ibu-ibu yang lagi mengandung atau memiliki anak kecil agar jangan merokok. Demikian juga para suami harus memiliki kesadaran akan dampak dari rokok tersebut terhadap pertumbuhan anak,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah Nursyam dalam laporannya menyampaikan, diselenggarakannya Desiminasi dan Publikasi Stunting Aksi 7 Pengukuran dan Publikasi Stunting di Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2023, untuk memperoleh prevalensi stunting terkini di Kabupaten Tapanuli Tengah khususnya pada sekala pelayanan di Puskesmas, Kecamatan dan Desa.

Harapannya, masyarakat maupun OPD terkait mengetahui penyebaran informasi mengenai prevalensi stunting dan penyebab yang mendasarinya.

Sehingga, dapat meningkatan pelaksanaan integrasi kegiatan pencegahan dan penurunan Stunting di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Hadir pada acara yang digelar di aula Hotel Hasian Pandan tersebut, Sekdakab Tapteng Herman Suwito. Kemudian, Kepala Bappeda Tapteng Anton Sujarwo dan Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Tapteng Freddy L Situmeang sebagai nara sumber.

Para Pimpinan OPD, Camat, serta Kepala Puskesmas se-Kabupaten Tapanuli Tengah. (red)