MARI KITA SAMBUT HARI YANG FITRI INI DENGAN PENUH KEGEMBIRAAN DAN RASA SYUKUR - SEGENAP KRU KANTONGBERITA.COM MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1445 H/2024 banner 325x300

banner 325x300

Sejak Bakhtiar Tak Lagi Bupati, Kafe Remang-remang Mulai Berani Beroperasi | Salahsatunya di Sibuluan Nauli Berhasil Digrebek Satpol PP

Sejak Bakhtiar Tak Lagi Bupati, Kafe Remang-remang Mulai Berani Beroperasi | Salahsatunya di Sibuluan Nauli Berhasil Digrebek Satpol PP
Foto : Wakil Ketua DPRD Tapteng Willy Sahputra Silitonga bersama Satpol PP menggrebek sebuah kafe di Sibuluan Nauli.

Kantong Berita, TAPTENG-Sejak Bakhtiar Ahmad Sibarani tidak lagi menjabat Bupati Tapteng, kafe remang-remang mulai berani beroperasi kembali di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Salahsatunya berada di Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan yang berhasil digrebek Satuan Polisi Pamong Praja (Sapol PP), Minggu (15/1/2023) sekira pukul 2.00 WIB.

Petugas berhasil mengamankan 8 wanita rawan sosial (WRS) dan menyita puluhan botol minuman keras.

Saat razia, Petugas Satpol PP sempat mendapat perlawanan dari 2 orang oknum aparat yang diduga membekingi kafe remang-remang tersebut.

Melihat Wakil Ketua DPRD Tapteng Willy Saputra Silitonga yang turut hadir pada razia tersebut, dua oknum aparat tersebut menyingkir dari kafe remang-remang tersebut.

Tak hanya WRS dan minuman keras, petugas juga menyuta seperangkat alat musik seperti keyboard.

Menurut Willy kehadirannya di lokasi razia, setelah mendapat kabar kalau petugas Satpol PP mengalami kesulitan berkomunikasi dengan oknum aparat tersebut.

“Kita komitmen dari awal, kepada Kasatpol PP sudah saya sampaikan bahwa kita takut hanya pada Tuhan. Mau dari manapun bekingnya, kalau kita mau menegakkan aturan harus kita tegakkan, tidak ada tebang pilih. Kehadiran saya disini karena saya mendengar ada yang membekingi dari oknum aparat, langsung saya turun cek ke lokasi. Ternyata yang awalnya katanya membekingi sekarang tidak nampak lagi,” kata Willy.

Ditegaskannya, semua pihak harus menjalankan peraturan daerah yang ditegakkan oleh Bupati Tapteng sebelumnya Bakhtiar Ahmad Sibarani, yang tidak memperbolehkan kafe remang-remang yang menyediakan minuman keras dan wanita penghibur beroperasi di Tapanuli Tengah.

Tak lupa pimpinan DPRD tersebut memberikan apresiasi terhadap kinerja Satpol PP Tapteng yang tetap menegakkan peraturan daerah (Perda), dengan rutin melakukan penertiban tempat-tempat maksiat.

“Satpol PP Tapteng yang dipimpin oleh Wi Chandri Limbong tetap membuktikan itu sampai saat ini dan mudah-mudahan itu tetap berlanjut. Jika hal-hal seperti ini kita biarkan, maka kedepan pasti akan menjadi-jadi. Kami DPRD Tapteng siap turun bersama masyarakat untuk menegakkan Perda,” tegasnya.

Politisi PDI Perjuangan tersebut juga mengatakan, akan melakukan komunikasi dengan Pimpinan Forkopimda, terkait adanya keterlibatan oknum aparat yang membekingi kafe remang-remang.

“Kita akan komunikasikan kembali dengan Pimpinan Forkopimda terkait, baik Kapolres, Dandim dan juga Danrem. Karena sudah ada yang coba-coba, kita tidak mau coba-coba ini menjadi hal yang biasa. Kita tidak ingin yang namanya kafe remang-remang itu ada di bumi Tapanuli Tengah. Apalagi semua agama melarang hal-hal seperti ini,” pungkas Willy.

Sementara, Kepala Satpol PP Tapteng Wi Chandri Limbong dalam keterangannya menjelaskan, operasi penertiban tempat-tempat hiburan malam tanpa izin yang berbau prostitusi dan menyediakan minuman keras, terus gencar dilakukan sejak masa kepemimpinan Bupati Tapteng sebelumnya Bakhtiar Ahmad Sibarani.

“Kita tetap upayakan Kabupaten Tapanuli Tengah bebas dari kegiatan berbau prostitusi dan minuman keras beralkohol,” tegas Wi Chandri.

Wichandri mengaku bangga dengan Pimpinan DPRD Tapteng yang turun langsung dalam operasi razia tersebut.

“Kami selaku aparat penegak Perda sangat merasa bangga, karena Pimpinan DPRD Tapteng mendukung penuh operasi razia bahkan turun langsung ke lapangan meski dalam kondisi hujan,” ungkapnya.

Selanjutnya, 8 wanita yang diamankan tersebut kata Wi Chandri akan dibawa ke Kantor Satpol PP Tapteng untuk didata sebelum diserahkan ke Dinas Sosial untuk diproses sesuai aturan yang berlaku.

“Kita juga pastikan ini akan berjalan, dan tidak ada yang mengganggu. Apalagi saat ini kami turut didampingi oleh Pimpinan DPRD Tapteng, sehingga kami akan lebih bersemangat lagi kedepannya,” kata Wi Chandri. (red)