Warga Pasar Belakang Tertangkap Mencuri; Uangnya Habis Dipakai Main Judi

Kantong Berita, SIBOLGA – Polisi telah berhasil mengungkap pelaku pencurian di rumah Irmayani Dalimunthre (34) di jalan SM. Raja Belakang, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Sumatera Utara, pada hari Minggu (9/2) yang lalu.

Pelaku yang diidentifikasi dengan inisial IFS (24), berasal dari jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pasar Belakang, Kecamatan Sibolga Kota.

Irmayani melaporkan bahwa barang yang dicuri oleh pelaku meliputi 1 unit Hand Phone merk Infinix S4, sebuah dompet berisi uang sejumlah Rp1.180.000, remot kunci sepeda motor, dan kartu ATM.

“Kejadian terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat hendak melaksanakan Sholat Dzuhur. Barang-barang tersebut diletakkan oleh Irmayani di atas meja makan dekat jendela rumah. Sekitar pukul 15.30 WIB, ketika hendak keluar rumah dan mengambil barang di atas meja, barang-barang tersebut sudah tidak ada lagi,” ujar Kapolres Sibolga AKBP Triyadi melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin pada Jumat (24/4).

Setelah menerima laporan dari Irmayani, yang merupakan seorang PNS, Satuan Reserse Kriminal Polres Sibolga segera menangkap IFS dari rumah salah satu warga di jalan SM. Raja pada hari Kamis (16/4) sekitar pukul 13.00 WIB.

Dari pengakuan IFS, diketahui bahwa ia melakukan aksi pencurian sendirian. Ia menjelaskan bahwa saat itu, ketika berencana pulang ke rumahnya, ia melihat pintu belakang rumah Irmayani terbuka.

Dari luar, ia melihat HP dan dompet di atas meja, yang kemudian memicu niatnya untuk mencuri.

“Ia kemudian masuk dan mengambil HP, dompet, kunci serta kartu ATM. Setelah itu, ia pulang ke rumahnya,” jelas Sormin.

IFS kemudian menitipkan HP curiannya kepada seseorang untuk membuka polanya.

Kemudian, ia membawa barang curian lainnya ke jalan Albertus, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sibolga Kota, dimana ia mengambil uang dari dalam dompet. Lalu, dompet, kunci sepeda motor, dan kartu ATM dibuang ke Parit.

“Setelah itu, ia kembali ke Pasar Belakang untuk mengambil HP yang dititipnya untuk membuka pola, dengan memberi upah sebesar Rp30.000,” ungkap Sormin.

Uang hasil curian kemudian dihabiskan untuk berjudi.

“Dalam data Kepolisian, IFS ternyata pernah dihukum pada tahun 2015 dalam kasus Narkotika, di Lapas Tukka selama 1 tahun.

Setelah menjalani pemeriksaan, Polisi menetapkan IFS sebagai tersangka dan kembali menghuni RTP Polres Sibolga.

Karena telah melakukan tindak pidana pencurian sesuai dengan pasal 362 KUHPidana, tersangka dapat dikenakan hukuman 2 tahun 8 bulan.