PLN Sibolga Utus Supir Hadiri Sidang BPSK; Majelis Sebut Sebagai Pelecehan Lembaga

Foto : Ikhsan, supir yang diutus PLN cabang Sibolga saat menghadiri sidang sengketa konsumen di kantor BPSK Sibolga.

Kantong Berita, SIBOLGA – Sidang terakhir yang berfokus pada pembacaan putusan di kantor Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Sibolga dilangsungkan pada Senin (19/7) sekitar pukul 10.00 WIB.

Dalam sidang tersebut, terdapat kejadian menarik di mana PT. PLN Sibolga mengirimkan seorang supir atau driver untuk mewakili perusahaan milik negara tersebut dalam menghadiri pembacaan putusan.

Yang menjadi perhatian adalah bahwa supir yang bernama Ikhsan Kamil tersebut mengklaim bahwa dirinya bukanlah pegawai PLN, melainkan karyawan dari sebuah perusahaan vendor yang berbasis di Medan.

“Iya, bukan saya pegawai PLN, saya adalah seorang driver dari PT. Putra Persada Jaya, yang diutus oleh Pak Khairul,” ujar Ikhsan menjawab pertanyaan dari Ketua Majelis, Irfan Hulu.

Menurutnya, Khairul, yang merupakan Supervisor Pengawas P2TL, tidak dapat menghadiri sidang karena sedang mengikuti pelatihan.

“Pak Khairul sedang mengikuti pelatihan, jadi dia tidak dapat hadir,” ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai surat tugas yang seharusnya diberikan oleh PT. PLN cabang Sibolga untuk menghadiri sidang, Ikhsan mengatakan bahwa dia tidak memiliki surat tersebut. Bahkan, kehadirannya di kantor BPSK tidak diketahui oleh Manager Area PT. PLN cabang Sibolga.

“Saya tidak tahu (tentang Manager). Saya hanya diminta oleh Pak Khairul untuk hadir saja,” tambahnya.

Dalam merespons tindakan PT. PLN cabang Sibolga yang mengirimkan seorang supir, Ketua Majelis Sidang, Anggota Majelis, dan Panitera menyatakan bahwa pihak PLN cabang Sibolga telah menghina BPSK Sibolga sebagai lembaga yang diakui oleh negara.

“Ini merupakan penghinaan terhadap lembaga. Mengirim orang yang tidak memiliki kualifikasi untuk menghadiri sidang,” ujar Ketua Majelis Irfan, yang diamini oleh anggota Majelis lainnya.

Sidang ketiga ini dihadiri oleh penggugat, Yennimar Simatupang (44), yang merupakan konsumen PT. PLN.