Seputar Bocah Terbakar di Sibolga; Warga Sebut Korban Sering Dianiaya Ibunya

Foto : Polisi membawa barang bukti kuali dari tempat kejadian.

Kantong Berita, SIBOLGA – Beredar rumor bahwa penyebab bocah yang mengalami luka bakar di Pasar Dewa Sakti, Kelurahan Pancuran Dewa, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara, diduga merupakan hasil dari pembakaran oleh ibunya sendiri.

Pendapat warga tersebut didasarkan pada kejadian yang sering mereka saksikan, dimana ibu kandung korban yang dikenal dengan inisial AST sering kali melakukan kekerasan terhadap korban.

Tidak hanya melakukan pemukulan dengan tangan, AST juga dikabarkan sering menggunakan setrika untuk menyiksa anak kandungnya.

“Itu sangat kejam. Sudah sering kali dia melakukan itu, menggosokkan setrika ke kaki anaknya,” ujar seorang ibu rumah tangga yang merasa kesal melihat situasi tersebut.

Lebih lanjut, ia juga menyatakan bahwa AST pernah melempar korban dengan sebuah buah durian utuh.

“Dia melempar durian ke anaknya. Ini bukan pertama kalinya. Sungguh kejam,” tegasnya.

Padahal, menurut pengamatan mereka, korban merupakan anak yang baik dan selalu membantu ibunya.

“Anak itu sangat baik dan selalu rajin membantu ibunya,” tambahnya.

Selain itu, mereka juga mencurigai bau minyak tanah yang tercium pada tubuh bocah tersebut yang baru saja naik ke kelas III SMP.

“Orang itu menggunakan kompor gas. Namun, tubuh anak itu berbau minyak tanah,” katanya.

Sementara itu, polisi masih menyelidiki penyebab terbakarnya bocah berusia 14 tahun tersebut.

Salah satu tindakan yang dilakukan adalah meminta keterangan dari AST, ibu kandung korban.

“Masih dalam proses, ibunya masih dalam tahap pemeriksaan,” ungkap Kasubbag Humas Polres Sibolga Iptu Ramadhansyah Sormin yang dihubungi melalui telepon selulernya.

Saat ini, korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum DR. FL. Tobing Sibolga.

Selain membawa AST untuk diperiksa, polisi juga terlihat membawa sejumlah barang bukti dari rumah korban, seperti kompor gas dan penggorengan yang berisi minyak goreng.