Suket Hasil Swab Mahal, Truk Berangkat Tanpa Awak ke Nias

  • Bagikan
Foto : Truk asal Medan yang hendak me nyeberang ke Nias.

Kantong Berita, SIBOLGA-Pasca aturan yang diberlakukan oleh Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi yang mewajibkan setiap orang yang hendak menyeberang ke Pulau Nias mengantongi Surat Keterangan (Suket) hasil Swab membuat sejumlah supir menjerit.

Pasalnya, harga Suket hasil Swab yang dibebankan mencapai Rp1.500.000 untuk 1 orang.

Karena tidak sanggup membayar, sejumlah supir pun memilih tidak berangkat. Mereka menyiasatinya dengan cara memberangkatkan mobil tanpa awak.

“Sesuai peraturan Gubernur. Mulai Senin (21/9), mereka hanya memberangkatkan mobil aja, supirnya tinggal di Pelabuhan,” kata Fauzi, Chip Officer Kapal Penyeberangan Sibolga-Nias KMP. Wira Prime, Jumat (25/9).

Baca Juga :   Seorang Pria Disambar Petir di Dermaga Pelabuhan Lama Sibolga

Setelah mobil usai bongkar muat di Nias, mobil kembali diberangkatkan tanpa awak ke Pelabuhan Sibolga.

“Habis barangnya dibongkar di Nias, diberangkatkan lagi ke Sibolga. Gitulah cara mereka,” ungkapnya.

Selain dengan cara tersebut, sebagian supir juga masih ada yang memaksakan diri mengurus Suket hasil Swab. Namun untuk kernet terpaksa mereka tinggal di Pelabuhan.

Baca Juga :   Pria Tua Ditemukan Tergantung di Sibuluan Nalambok

“Supir aja yang berangkat. Kalau aku tinggal disini,” kata Anto, salah seorang kernet truk asal Medan yang baru tiba di Pelabuhan Sambas Sibolga.

Ditimpali Abdi, rekannya sesama kernet yang mengatakan, langkah tersebut menjadi alternatif lain lantaran harga Suket Swab yang sangat mahal.

“Mahal, Rp1,5 juta Swab. Makanya banyak yang hanya memberangkatkan truknya saja, supirnya tinggal. Kami baru nyampe tadi malam dari Medan. Hari mau nyeberang ke Nias,” kata Abdi. (jul/kb)

  • Bagikan