MARI KITA SAMBUT HARI YANG FITRI INI DENGAN PENUH KEGEMBIRAAN DAN RASA SYUKUR - SEGENAP KRU KANTONGBERITA.COM MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1445 H/2024 banner 325x300

banner 325x300

Suket Hasil Swab Mahal, Truk Berangkat Tanpa Awak ke Nias

Foto : Truk asal Medan yang hendak me nyeberang ke Nias.

Kantong Berita, SIBOLGA-Aturan baru yang diberlakukan oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, yang mengharuskan setiap individu yang ingin menyeberang ke Pulau Nias memiliki Surat Keterangan (Suket) hasil Swab, telah menimbulkan kekhawatiran bagi sejumlah supir.

Hal ini disebabkan oleh biaya yang dikenakan untuk Suket hasil Swab yang mencapai Rp1.500.000 per orang.

Karena tidak mampu membayar biaya tersebut, beberapa supir memilih untuk tidak berangkat. Sebagai solusi, mereka memilih untuk mengirimkan mobil tanpa pengemudi.

Menurut Fauzi, Chip Officer Kapal Penyeberangan Sibolga-Nias KMP. Wira Prime, pada Jumat (25/9), ini sesuai dengan peraturan Gubernur yang mulai berlaku pada Senin (21/9).

Setelah mobil selesai bongkar muat di Nias, mobil tersebut kemudian dikirim kembali tanpa pengemudi ke Pelabuhan Sibolga.

“Setelah barang dibongkar di Nias, mobil dikirim kembali ke Sibolga tanpa pengemudi. Itulah cara yang mereka lakukan,” ungkap Fauzi.

Beberapa supir tetap berusaha mendapatkan Suket hasil Swab meskipun dengan biaya yang tinggi. Namun, para kernet terpaksa harus tinggal di Pelabuhan.

“Para supir yang berangkat sendiri. Sementara saya harus tinggal di sini,” kata Anto, salah satu kernet truk asal Medan yang baru tiba di Pelabuhan Sambas Sibolga.

Abdi, kernet lainnya, menambahkan bahwa hal ini menjadi pilihan alternatif karena biaya Swab yang sangat mahal.

“Biayanya terlalu mahal, Rp1,5 juta untuk Swab. Itulah mengapa banyak yang hanya mengirimkan truk mereka tanpa pengemudi. Kami baru tiba dari Medan semalam dan akan menyeberang ke Nias hari ini,” ungkap Abdi. (jul/kb)