kantongberita.com, PADANGSIDEMPUAN | Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga (KPwBI Sibolga) bersama Pemerintah Kota Padangsidimpuan menggelar Pekan Ekonomi Syariah dan Digital Tapanuli (PESTA Tapanuli) Tahun 2026 yang berlangsung sejak tanggal 8 hingga 10 Mei 2026 yang dipusatkan di Alaman Bolak, Kota Padangsidimpuan.
Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi Ekonomi Syariah & Digitalisasi Daerah Guna Mendukung Akselerasi Pemulihan Ekonomi Regional”. Ini merupakan bagian dari upaya untuk mendorong akselerasi pemulihan ekonomi daerah paska bencana melalui penguatan ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah (EKSyar) dan digitalisasi sistem pembayaran.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera, dalam sambutannya mengatakan
bahwa sejalan dengan tema PESTA Tapanuli 2026, kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama untuk mendorong peran EKSyar dan ekonomi dan keuangan digital dalam mengakselerasi pemulihan ekonomi Masyarakat selama masa pemulihan bencana.
Riza juga menambahkan bahwa
pengembangan EKSyar yang dilakukan oleh Bank Indonesia melalui 3 strategi utama, yaitu, pemberdayaan ekonomi syariah, pendalaman pasar keuangan syariah, serta penguatan
asesmen, riset, dan edukasi.
“Dalam implementasinya di daerah, KPw BI Sibolga senantiasa berupaya menjadi AIR, yaitu: Akselerator, Inisiator, dan Regulator yang bersinergi dengan Pemerintah
Daerah, termasuk dengan Kota Padangsidimpuan,” ujar Riza
Ungkapan tersebut senada dengan pernyataan Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan
Dalimunthe, S.K.M., M.Kes, yang mengatakan bahwa pelaksanaan PESTA Tapanuli 2026 menjadi momentum yang sangat strategis untuk memperkuat posisi Kota Padangsidimpuan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi syariah di kawasan Tapanuli.
“Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan forum edukasi dan
literasi, tetapi juga membuka ruang kolaborasi nyata antara Pemerintah Daerah, pelaku UMKM, pondok pesantren, lembaga keuangan syariah, generasi muda, dan masyarakat luas,” ujar Wali Kota Padangsidempuan.
Selain itu, ada juga seremonial pembukaan PESTA Tapanuli Tahun 2026 yang ditandai dengan penandatanganan komitmen
pembentukan 3 Desa Devisa komoditas Kopi dan Kemenyan antara KPwBI Sibolga dengan Lembaga
Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).
Kemudian, Launching Program Strategis Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (HEBITREN) Pantai Barat Sumatera. Gerakan WAKAFKITA, Gerakan HEBITREN IKHLAS, launching impactful program Air Berkah Indonesia, kick-off pembentukan Koperasi HEBITREN), serta launching QRIS Pajak dan Retribusi Pemerintah Kota Padangsidimpuan sebagai
upaya optimalisasi pendapatan daerah secara digital.
Selama pelaksanaan kegiatan PESTA Tapanuli, terdapat sejumlah capaian strategis yang menjadi akselerator pengembangan ekosistem EKSyar dan digitalisasi pembayaran di wilayah Tapanuli bagian Selatan, yaitu, Coacning clinic pembiayaan bersama BSI dan Bank Sumut, dengan realisasi business matching pembiayaan syariah untuk UMKM sebesar Rp895 juta.
Coaching cilinic fasilitasi perizinan bersama Dinas Perizinan, BPOM, dan Halal Center UIN Syahada. Ada Coaching Cilinic TP2DD untuk pelayanan pembayaran pajak dan retribusi daerah, dengan
realisasi penerimaan Pajak & Retribusi Kota Padangsidimpuan selama kegiatan sebesar Rp43 juta.
Kemudian, pelaksanaan 13 perlombaan dari berbagai generasi, penyelenggaraan Pasar Murah tang berhasil menjual komoditas kontributor inflasi, antara lain:
beras, minyak goreng, gula, cabai merah, dan aneka hortikultura.
Adapun jumlah UMKM yang berpartisipasi yakni sebanyak 51 UMKM, yang turut mendukung industri perhotelan dan pendukung pariwisata lainnya.
Total pengunjung sekaligus peserta kegiatan edukasi (kebanksentralan, CBP Rupiah, QRIS, Pelindungan Konsumen), sosialisasi, talkshow terkait EKSyar dan digitalisasi sistem
pembayaran, Festival Kopi Tabagsel sebanyak lebih dari 10.700.
Total penjualan seluruh booth UMKMselama pelaksanaan kegiatan mencapai sebesar Rp1.206.594.000. Kegiatan pembukaan juga semakin meriah dengan modest fashion show oleh jajaran pimpinan daerah, Forkopimda, dan perbankan Kota Padangsidimpuan sebagai bagian dari upaya untuk mendorong promosi wastra daerah.
Pesta Tapanuli merupakan agenda tahunan yang menjadi bagian dari road to Festival Syariah Regional, sebuah programyang diselenggarakan oleh seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia dalam rangka mengakselerasi Indonesia menuju pusat ekonomi syariah dunia.
Seluruh penyelenggaraan ini tentunya tidak terlepas dari kolaborasi dan sinergi berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Kota Padangsidimpuan, Pemerintah Kabupaten se-Tabagsel, seluruh unsur Forkopimda, kalangan akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, penggerak ekonomi syariah, serta seluruh instansi dan lembaga terkait lainnya.
Kedepannya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga akan terus berkolaborasi dan bersinergi bersama Pemerintah Daerah untuk terus mendorong pengembangan EKSyar dan digitalisasi sistem pembayaran dalammengakselerasi pengembangan ekonomi daerah dan meningkatkan
kesejahtaraan masyarakat. (ril/red)




